China tetapkan target pertumbuhan ekonomi 4,5 persen pada 2026

10 hours ago 2

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi negaranya sebesar 4 hingga 4,5 persen pada 2026 atau turun dari target pertumbuhan ekonomi pada 2025 yang sebesar 5 persen.

"Tujuan utama yang diharapkan untuk pembangunan tahun ini adalah pertumbuhan ekonomi 4,5-5 persen dengan upaya untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam pekerjaan nyata," kata Perdana Menteri (PM) China Li Qiang dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, Kamis.

Sidang NPC adalah bagian dari sidang "Dua Sesi", yang menggabungkan sidang NPC dan badan penasihat Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC), di Beijing pada 4-12 Maret 2026.

"Kemudian, tingkat pengangguran perkotaan sekitar 5,5 persen dengan penambahan lapangan kerja baru di perkotaan adalah sebanyak lebih dari 12 juta orang," tambah Li Qiang.

Baca juga: Badan Legislatif China gelar konferensi pers jelang sesi tahunan

Li Qiang menyebut pada tahun 2026, defisit anggaran juga ditetapkan sekitar 4 persen atau sama dengan tahun 2025, dengan skala defisit sebesar 5,89 triliun RMB atau meningkat 230 miliar RMB dibanding tahun sebelumnya.

Utang publik khusus juga akan mencapai 30 triliun RMB untuk pertama kalinya atau meningkat sekitar 1,27 triliun RMB ditambah dengan penerbitan utang khusus jangka panjang nasional sebesar 1,3 triliun RMB, yang akan dilanjutkan untuk mendukung pembangunan proyek penting dan inisiatif lainnya.

"Kebijakan moneter akan difokuskan pada stabilitas pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, stabilitas nilai tukar, fleksibilitas tinggi untuk menurunkan suku bunga dan instrumen kebijakan lainnya," kata PM Li Qiang.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (CPI) dipatok sebesar sekitar 2 persen atau sama dengan target pada 2025.

Pada Januari lalu, Biro Statistik Nasional China mengumumkan perekonomian negara tersebut tumbuh 5 persen di 2025, di mana hal itu sejalan dengan target resmi pemerintah.

Rinciannya adalah pada kuartal I tumbuh 5,4 persen, kuartal II tumbuh 5,2 persen, kuartal III tumbuh 4,8 persen, dan kuartal IV mencapai 5,2 persen.

Baca juga: China serukan penghentian operasi militer di Iran, dorong dialog demi stabilitas

Artinya, tingkat pertumbuhan 5 persen itu sama dengan pertumbuhan tahun 2024, yaitu sebesar 5 persen, tetapi lebih rendah daripada tahun 2023 yang mencapai 5,4 persen. Secara total, GDP China mencapai 140,18 triliun RMB pada 2025 atau 20,05 triliun dolar AS.

Menurut Biro Statistik Nasional China, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV ditopang dari penjualan ritel yang meningkat 3,7 persen dari tahun sebelumnya, yaitu senilai 50,12 triliun RMB dan output industri naik sebesar 5,9 persen.

Investasi untuk aset tetap di luar sektor properti juga naik 3,5 persen, yaitu senilai 48,518 triliun RMB; sedangkan total ekspor dan impor China juga tumbuh 3,8 persen, yaitu senilai total 45,46 triliun RMB.

Sementara itu, penjualan barang ritel pada 2025 mencapai 501,2 miliar RMB atau tumbuh 3,7 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) sama dengan tahun 2024 yaitu naik 0,2 persen. IHK adalah adalah ukuran statistik yang digunakan untuk memantau perubahan dalam harga barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga konsumen dalam suatu periode waktu tertentu. Dengan angka IHK China 0,2 persen, maka inflasi dalam satu tahun di China cukup rendah.

Baca juga: Sidang parlemen China agendakan pembahasan RUU lingkungan dan etnis

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |