Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama sejumlah BUMN lainnya di bawah koordinasi Danantara Indonesia membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Sumatra yang ditargetkan selesai 600 unit pada 8 Januari mendatang.
Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto memantau progres pembangunan huntara tersebut di Aceh, Kamis, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa hunian tersebut dilengkapi dengan akses air bersih, sistem drainase, listrik gratis, hingga konektivitas Wi-Fi gratis.
Ia mengatakan penyediaan fasilitas tersebut penting agar pemulihan yang berlangsung tidak hanya secara fisik, akan tetapi juga secara sosial dan ekonomi.
Pada tahap awal pemulihan infrastruktur hunian tersebut, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap pertama.
"Sesuai arahan Danantara, kami memastikan hunian ini memenuhi standar 'layak', artinya tidak sekadar memberikan atap, tetapi memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga bisa kembali produktif," kata Anggoro Eko Cahyo dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan bahwa progres pembangunan huntara tersebut hingga hari pertama di tahun baru ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk mendukung pemulihan di daerah terdampak bencana.
“BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak," ujarnya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai koordinasi erat antara Danantara Indonesia, BUMN pelaksana, pemerintah daerah, serta kementerian terkait menjadi faktor utama dalam memastikan progres pembangunan tetap sesuai rencana meskipun waktu pengerjaan terbatas.
"Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan," ucapnya.
Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN menargetkan penyelesaian 15 ribu unit huntara dalam tiga bulan ke depan. BSI berkomitmen untuk terus mengawal proses tersebut hingga masyarakat Aceh benar-benar pulih.
Selain membangun huntara, BSI juga telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 140 ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, serta menyediakan layanan penyembuhan trauma untuk anak-anak.
Anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tersebut juga memastikan seluruh layanan di Aceh telah beroperasi normal per 30 Desember 2025. Perseroan juga proaktif menjalankan program restrukturisasi pembiayaan untuk meringankan beban nasabah yang terdampak bencana.
Baca juga: Seskab-BP BUMN bahas pemulihan Sumatera dan segera bangun 15.000 rumah
Baca juga: Prabowo setuju bantuan Rp60 juta per rumah bagi hunian rusak pengungsi
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































