BPOM pastikan ketahanan obat-pangan RI di tengah konflik Timur Tengah

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar memastikan Indonesia memiliki ketahanan obat dan makanan yang baik di tengah konflik Timur Tengah yang dapat berdampak terhadap status ketahanan pangan dan obat di Tanah Air.

Taruna mengatakan di Jakarta, Rabu, bahwa konflik tersebut pasti berdampak pada Indonesia, terutama pada harga obat-obatan, mengingat Indonesia masih banyak mengimpor obat dari luar negeri.

Baca juga: Kepala BPOM: Hanya 6 persen bahan baku obat diproduksi di dalam negeri

Menurutnya, ketahanan obat dan pangan merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena keduanya merupakan bagian dari ketahanan nasional.

"Kita beruntung, karena beberapa tahun lalu, kita sudah menyiapkan. Jadi, sampai sekarang menurut hitungan-hitungan kita yang tersedia, dari perusahaan-perusahaan besar farmasi kita masih punya kecukupan, jadi insya Allah kita tidak akan mengalami kelangkaan obat, termasuk makanan," katanya.

Taruna mengatakan masyarakat dapat bersyukur, karena Indonesia kecukupan dalam hal pangan, contohnya beras yang tidak diimpor lagi. Indonesia, ujarnya, juga sudah memproduksi sejumlah produk pangan secara mandiri.

Pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat, serangan udara AS-Israel terhadap Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil.

Baca juga: BPOM pastikan produk industri pangan penuhi kebutuhan gizi nasional

Baca juga: BPOM luncurkan 3 program kolaborasi perkuat kemandirian obat RI

Iran membalas dengan serangkaian gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Kemudian, media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal, menyatakan bahwa jalur air vital untuk minyak dan gas tersebut tidak aman akibat serangan AS dan Israel.

Terletak di antara Teluk (Persia) dan Teluk Oman, Selat Hormuz berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk (Persia) ke laut lepas, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu titik paling vital secara strategis di dunia.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |