Jakarta (ANTARA) - Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak “panic buying” bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Ketua BPKN RI Mufti Mubarok dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh.
Masyarakat dilaporkan berbondong-bondong membeli BBM setelah beredar isu terkait potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global.
Baca juga: Prabowo instruksikan antisipasi kelangkaan BBM-LPG jelang Lebaran
Menurut Mufti, kepanikan justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan karena distribusi menjadi tidak seimbang akibat pembelian berlebihan.
Mufti menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
“Kita memiliki banyak sumber energi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam kondisi apa pun, negara harus hadir untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
Baca juga: Jusuf Kalla nilai serangan AS dan Israel ke Iran bisa bikin BBM langka
“Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang jika masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Operator transportasi publik harus bersiap jika terjadi lonjakan pengguna. Ada kemungkinan terjadi shifting dari transportasi pribadi ke transportasi publik sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi,” kata Mufti.
Di sisi lain, BPKN juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah, terutama menjelang periode arus mudik Lebaran.
Baca juga: Respons "panic buying", ESDM jamin harga BBM tak naik dan stok aman
“Pertamina harus segera memastikan stok BBM di jalur-jalur mudik mencukupi sehingga masyarakat tidak khawatir dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia telah menegaskan bahwa stok energi nasional masih dalam kondisi aman dan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi pasokan energi.
Hal senada disampaikan pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi yang menilai panic buying justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi BBM di lapangan.
“Jika masyarakat membeli secara berlebihan, maka distribusi yang sebenarnya cukup bisa menjadi terganggu,” ujarnya.
Karena itu, berbagai pihak berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak agar stabilitas pasokan BBM nasional tetap terjaga.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































