Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan dampak banjir dan cuaca ekstrem di wilayah tersebut meluas dengan total warga terdampak mencapai 1.690 jiwa hingga Senin sore.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan, di Kota Serang, Senin, mengatakan berdasarkan data terbaru pukul 15.27 WIB bencana hidrometeorologi tersebut telah merendam 556 rumah warga dan memaksa 114 jiwa mengungsi.
"Total ada 532 Kepala Keluarga (KK) atau 1.690 jiwa yang terdampak. Sebanyak 114 jiwa diantaranya mengungsi karena ketinggian air yang signifikan," ujar Diat.
Diat merinci banjir terjadi di 22 titik kejadian yang tersebar di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.
Baca juga: Cuaca ekstrem, 1.023 rumah di Kota Serang terendam banjir
Ketinggian air bervariasi dengan kondisi terparah di Lingkungan Pulo, Kecamatan Curug, dengan air mencapai ketinggian 105 centimeter.
Sementara untuk pengungsian, lanjut dia, konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Walantaka (Komplek Grand Sutera) sebanyak 84 jiwa dan Kecamatan Cipocok Jaya (Kelurahan Panancangan) sebanyak 30 jiwa.
Banjir juga masih merendam fasilitas umum Pondok Pesantren Riyadul Barokah.
Baca juga: Banjir setinggi 1,5 meter di Kota Serang, warga diimbau mengungsi
"Kondisi cuaca saat ini terpantau masih hujan dengan intensitas ringan. Kami terus melakukan evakuasi dan pendataan karena ada beberapa titik baru yang masih dalam proses asesmen," kata Diat Hermawan.
Selain banjir, kata dia, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan enam kejadian pohon tumbang dan merusak tempat tinggal warga. BPBD mencatat terdapat 10 rumah rusak, baik ringan maupun berat, akibat tertimpa pohon atau roboh karena cuaca buruk.
Kerusakan rumah tersebar di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Walantaka, dan Cipocok Jaya, dengan mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap dan dapur.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana dan pengguna jalan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan perubahan cuaca," ucap Diat Hermawan.
Baca juga: Banjir rendam ratusan rumah di tiga kecamatan Kota Serang
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































