Jakarta (ANTARA) - Tanah longsor melanda kawasan industri di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di area PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi.
BNPB mengkonfirmasi bahwa longsor terjadi di area operasional dan menyebabkan seorang pekerja itu tertimbun material hingga ditemukan meninggal dunia. Selain korban jiwa, sejumlah alat berat dilaporkan ikut tertimbun akibat pergerakan tanah tersebut.
Menurut Abdul, proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan mengingat kondisi material longsor yang masih labil oleh tim petugas SAR gabungan di Morowali.
Berdasarkan pembaruan data hingga Kamis (19/2), tim SAR berhasil menemukan korban dan dilakukan proses identifikasi, untuk kemudian jenazah segera diserahkan kepada pihak keluarga.
BNPB berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta meminimalkan risiko lanjutan di lokasi kejadian.
Masyarakat dan pihak pengelola kawasan industri diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil yang rawan longsor.
Baca juga: Tim SAR berhasil temukan jasad terakhir korban tambang bijih timah
Baca juga: BNPB: Potensi tanah longsor tinggi, perlu jadi perhatian
Baca juga: Tim SAR evakuasi satu korban tertimbun longsor di PT IMIP
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































