Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) berhasil mengantarkan putra daerah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Lukas Norman Kbarek meraih cita-citanya mengenyam pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.
Alumni Program ADEM di SMA Bhinneka Tunggal Ika Yogyakarta itu membuktikan bahwa dukungan pendidikan yang tepat dapat mengubah jalan hidup seseorang.
“Bagi saya, ADEM merupakan life-changing experience program yang membantu anak-anak Papua untuk bisa lebih berkembang di lingkungan yang berbeda,” ujarnya di Jakarta pada Kamis.
Perjalanan Lukas menempuh pendidikan tidak sebentar. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan studi melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.
Semangatnya yang membara berhasil membawa dirinya ke Inggris untuk menempuh pendidikan S2 di Lancaster University melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), hingga berhasil meraih gelar LLM dalam bidang Hukum Internasional hanya dalam waktu satu tahun.
Baca juga: Kemendikdasmen perluas akses pendidikan di Manokwari lewat "Adem-ADik"
Kini, Lukas telah mengabdi sebagai CPNS di Kementerian Luar Negeri. Baginya, setiap langkah yang ia ambil sejak merantau ke Jawa hingga Bali selalu mempertemukannya dengan sosok-sosok inspiratif.
“Saya bertemu banyak orang baik dan orang hebat yang menginspirasi sehingga membuat saya lebih termotivasi untuk terus meraih mimpi,” ujarnya.
Ketertarikan Lukas pada hukum internasional lahir dari empati terhadap masyarakat di tingkat akar rumput.
Ia meyakini isu global seperti HAM, lingkungan hidup, dan perdamaian memiliki dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Saya berharap tercipta SDM unggul dari anak asli Papua sehingga dengan kecerdasannya mampu bersaing di forum nasional bahkan internasional,” katanya.
Baca juga: Mendikdasmen sambut murid penerima beasiswa ADEM siap ikuti MPLS
Pada kesempatan yang berbeda, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti menjelaskan program ADEM itu dirancang untuk menjangkau tiga kategori, yaitu wilayah Papua, daerah khusus seperti daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), dan anak-anak pekerja migran melalui jalur Repatriasi.
Upaya ini, kata dia, menunjukkan hasil yang nyata. Berdasarkan capaian ADEM tahun 2025, sebanyak 4.616 murid telah merasakan manfaat bantuan pendidikan dengan total realisasi anggaran mencapai Rp90 miliar.
Angka ini, lanjutnya, mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah.
Suharti pun lantas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari dinas pendidikan hingga para orang tua.
“Tanpa adanya kerja sama dan koordinasi yang erat, pelaksanaan program ADEM ini tidak akan berjalan secara optimal sebagaimana yang kita harapkan,” tegasnya.
Melalui keberhasilan alumni seperti Lukas, Kemendikdasmen terus berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusif dan bermutu untuk semua.
Baca juga: Kemendikdasmen: Program prioritas pendidikan 2025 beri dampak langsung
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































