Jakarta (ANTARA) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta melibatkan anggota Praja Muda Karana (Pramuka) dalam pengawasan keamanan pangan atau takjil selama Ramadhan.
Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati mengatakan, Pramuka dilibatkan dalam tim bernama Satuan Karya (Saka) POM, bekerja sama dengan Kwarda Pramuka DKI Jakarta.
"Jadi dalam rangka pemberdayaan masyarakat, salah satunya adalah menggandeng Pramuka untuk melakukan pengawasan (keamanan pangan) di lapangan," ujar Sofi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Saka POM, kata Sofi, terbagi dalam tiga krida, yakni krida pengujian, krida informasi dan krida pemantauan.
"Krida pengujian, jadi pengujian sederhana mereka diajarkan. Kemudian Krida informasi yang memberikan informasi kepada masyarakat. Juga ada krida pemantauan, apabila mereka melihat hal-hal yang diduga tidak memenuhi ketentuan itu dilaporkan melalui aplikasi," ungkap Sofi.
Lebih lanjut, kata Sofi, dalam kegiatan pengawasan pangan takjil, anggota Saka POM mengambil sampel takjil sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait pangan yang sehat dan aman.
Misalnya, anggota Saka POM menampilkan sejumlah contoh-contoh produk pangan yang mengandung bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan serta pembagian produk informasi berupa leaflet empat macam bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan, cek KLIK, BPOM Mobile serta cara membaca informasi nilai gizi serta lima kunci keamanan pangan.
Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengidentifikasi dua item pangan di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yakni kue mangkok dan bolu kukus dengan kandungan pewarna tekstil jenis Rhodamin B.
"Jadi dari 65 sampel total yang diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin. Ini kue mangkok dan bolu kukus ya," ujar Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di lokasi, Kamis (5/3).
Sofi mengatakan, dagangan pedagang bersangkutan pun langsung dikosongkan usai terbukti mengandung kimia berbahaya melalui uji sampel.
"Jadi ini tadi udah di-"take out" (ambil) dari etalasenya ini untuk dimusnahkan," tutur Sofi.
Lebih lanjut, pihaknya akan menelusuri rantai distribusi item takjil tersebut untuk mendeteksi pemasok utamanya.
"Kami tentu menelusuri lebih lanjut di mana penjual, pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusinya," ucap Sofi.
Baca juga: BBPOM Mataram temukan pangan mengandung boraks di Lombok
Baca juga: DKI kemarin, jam operasional padel hingga pengawasan takjil
Baca juga: BPOM Bandarlampung tingkatkan pengawasan takjil di Ramadhan
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































