Barantin siagakan 3.930 personel awasi pangan selama Ramadhan

2 weeks ago 10
Selama momen Ramadhan, Barantin meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pangan untuk memastikan keamanan dan mutu pangan yang akan dikonsumsi masyarakat

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyiagakan 3.930 personel untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pangan asal pertanian dan perikanan selama Ramadhan hingga Idul Fitri pada 19 Februari–22 Maret 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan frekuensi dan volume lalu lintas komoditas pangan menjelang hari besar keagamaan sekaligus memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat.

“Selama momen Ramadhan, Barantin meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pangan untuk memastikan keamanan dan mutu pangan yang akan dikonsumsi masyarakat selama menunaikan ibadah Ramadhan,” ujar Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin Hudiansyah Is Nursal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Barantin menyatakan penguatan pengawasan dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Melalui mandat tersebut, Barantin bertugas mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina, hama penyakit ikan karantina, serta organisme pengganggu tumbuhan karantina.

Selain itu, Barantin juga menjalankan pengawasan keamanan dan mutu pangan secara rutin, yang ditingkatkan pada momen Ramadhan hingga jelang Idulfitri.

“Tren lalu lintas komoditas pangan asal pertanian dan perikanan selama Ramadhan hingga Idulfitri, berdasarkan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi, relatif meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, seperti beras, daging, ikan, telur, cabai, bawang, dan bahan pokok lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan sertifikasi yang tercatat dalam Best Trust, volume bahan pokok secara keseluruhan pada Ramadhan tahun lalu meningkat sebesar 69 persen atau mencapai 56,04 ratus ribu ton dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 33,21 ratus ribu ton.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada berbagai jenis ikan, seperti tuna dan cakalang, yang meningkat 137 persen, disusul beras sebesar 92 persen dan jagung 18 persen.

Barantin menyebut layanan karantina tersebar di 38 provinsi dengan 161 satuan pelayanan yang berada di bandara, pos lintas batas negara, pelabuhan penyeberangan, dan kantor pos.

Karantina juga siaga selama 24 jam setiap hari, terutama pada tempat pemasukan dan pengeluaran dengan frekuensi lalu lintas tinggi, seperti wilayah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Terkait potensi pelanggaran, Hudiansyah menyatakan selama Ramadhan dan jelang hari raya umumnya semakin rawan terjadi penyelundupan, terutama di daerah perbatasan, baik lintas batas negara maupun pelabuhan penyeberangan.

Barantin telah memetakan daerah rawan penyelundupan pangan, termasuk Entikong, Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Berdasarkan data penahanan selama Ramadhan tahun lalu yang bertepatan pada Maret, jumlah penahanan komoditas tertinggi terjadi di Sumatra Utara sebanyak 45 kasus, Sulawesi Utara 32 kasus, dan Sumatra Barat 19 kasus.

“Antisipasi penyelundupan pangan, kami terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait, baik di pos lintas batas negara, pelabuhan penyeberangan, maupun bandara. Tempat pemasukan dan pengeluaran yang rawan pengawasannya lebih ketat,” tuturnya.

Ia menambahkan komoditas yang melintas tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan tidak menjamin keamanan dan mutunya sehingga pengawasan diperketat di titik-titik rawan pemasukan dan pengeluaran.

Baca juga: Karantina Banten perketat pengawasan hewan dan tumbuhan dari India

Baca juga: Barantin: Kondisi Venezuela tak berdampak signifikan ke perdagangan RI

Baca juga: Durian beku Indonesia resmi masuk pasar China

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |