Bahlil imbau warga pakai energi dengan bijak dan tidak timbun BBM

1 month ago 21
Saya ingin menyampaikan bahwa tolong memakai energi dengan bijak. Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau warga untuk memakai energi dengan bijak dan tidak menimbun bahan bakar minyak (BBM).

“Saya ingin menyampaikan bahwa tolong memakai energi dengan bijak. Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM Jakarta, Kamis.

Ia menyoroti fenomena truk-truk yang mengantre di SPBU untuk membeli BBM, lalu dijual kembali.

Kejadian-kejadian seperti itu, kata Bahlil, yang akan ia tinjau terus di lapangan. Peninjauan itu dalam rangka menjaga stabilitas stok BBM di berbagai SPBU di tengah krisis energi yang melanda dunia akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Baca juga: Bahlil-Purbaya upayakan harga BBM subsidi tak naik di tengah krisis

Baca juga: Bahlil: Sekalipun seluruh dunia terdampak, stok energi Indonesia aman

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas stok minyak apabila tidak didukung dengan masyarakat.

Pemerintah bisa mendatangkan pasokan minyak seperti apa yang telah dilakukan selama waktu beberapa bulan terakhir dalam kondisi krisis.

Akan tetapi, apabila masyarakat tidak memakai energi dengan bijak, maka stabilitas sulit terwujud.

“Saya mohon kepada saudara-saudara, oknum-oknum yang melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi, sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Cara-cara itu (penimbunan) saya mohon sudahlah, jangan dilanjutkan,” ujar Bahlil.

Krisis energi dipicu oleh peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Teheran juga mengambil kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang amat penting bagi pasokan minyak sedunia, dengan sebagian besar suplai energi untuk negara-negara Asia pasti melewati kawasan tersebut.

Baca juga: Presiden minta pacu hilirisasi dan optimalkan SDA untuk kemandirian

Baca juga: Menteri ESDM pastikan pasokan energi aman di tengah dinamika global

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |