Badan Geologi: Struktur geologi rumit perparah dampak gempa Sulteng

2 hours ago 3
Kejadian gempa utama yang diikuti banyaknya gempa susulan menunjukkan kondisi geologi yang rumit dengan jenis litologi yang beragam. Kedekatan episenter dengan permukiman dan kondisi tanah yang lunak mengamplifikasi efek guncangan

Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan karakteristik struktur geologi yang rumit serta kondisi litologi tanah yang lunak menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak kerusakan akibat gempa tektonik di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam konferensi pers analisis gempa bumi Sulawesi Tengah yang diikuti dari Jakarta, Jumat, mengatakan kompleksitas geologi di lokasi terdampak memicu deformasi permukaan tanah yang masif.

"Kejadian gempa utama yang diikuti banyaknya gempa susulan menunjukkan kondisi geologi yang rumit dengan jenis litologi yang beragam. Kedekatan episenter dengan permukiman dan kondisi tanah yang lunak mengamplifikasi efek guncangan," kata Lana.

Baca juga: BNPB: Sulteng tetapkan status tanggap darurat gempa bumi

Lana menjelaskan guncangan gempa bermagnitudo 6,7 pada Selasa (16/6) tersebut telah mengakibatkan kerusakan struktural pada bangunan, retakan tanah, penurunan lahan (land subsidence), hingga memicu longsoran akibat ketidakstabilan lereng di Gunung Kamarora.

Selain itu tim ahli di lapangan dan bersama masyarakat setempat juga mengidentifikasi adanya fenomena alam berupa surutnya air laut di kawasan Teluk Palu sesaat setelah gempa terjadi, yang hingga saat ini masih memerlukan kajian lanjutan.

Kumpulan gempa susulan yang terjadi secara konstan di wilayah tersebut dinilai menyerupai karakteristik gempa swarm, dimana perubahan tegangan (stress) pasca-gempa utama diduga ikut memengaruhi sesar-sesar aktif lain di sekitarnya.

Baca juga: BNPB: Korban meninggal gempa bumi di Sulteng jadi tiga orang

Lebih lanjut ia menambahkan munculnya fenomena rekahan permukaan tanah serta amblesan pada jalur logistik akses Napu secara teknis dipengaruhi oleh posisi topografi yang memiliki kemiringan lereng curam di atas lapisan tanah yang tidak kompak.

Berkaca dari berbagai dampak fisik yang muncul, Badan Geologi menekankan pentingnya penerapan penataan ruang dan mitigasi bencana berbasis kondisi geologi setempat guna mereduksi risiko kebencanaan pada masa mendatang.

"Ya, jadi berbagai dampak yang muncul menunjukkan pentingnya mitigasi berbasis kondisi geologi untuk mengurangi risiko pada kejadian serupa di masa mendatang," kata Lana.

Baca juga: BNPB data dampak dan kerusakan gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |