Teheran (ANTARA) - Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan Amerika Serikat mengerahkan pasukan untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Mohammad Naini mengatakan pada Sabtu (7/3) bahwa pihaknya menunggu kehadiran konvoi militer AS jika rencana tersebut direalisasikan.
"Iran sangat menyambut kemungkinan pasukan AS mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Kami tunggu kehadiran mereka," kata Naini, seperti dikutip media penyiaran Iran.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk serta kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi rute penting pengiriman minyak global.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan pengerahan angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang guna meredakan kekhawatiran pasokan minyak.
Pengiriman melalui selat itu dilaporkan terganggu setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia, menyumbang sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk petroleum, dan gas alam cair.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Kemlu: Kapal tugboat UEA berawak WNI tenggelam di Selat Hormuz
Baca juga: Iran bantah tutup Selat Hormuz, tuduh AS bahayakan pelayaran
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































