Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela kunjungan menghadiri KTT Rusia-ASEAN, di Kazan, Rusia.
Anwar dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, Kamis, menyatakan pertemuan membahas berbagai aspek kerja sama bilateral, termasuk potensi memperkuat hubungan di sektor energi yang merupakan salah satu bidang strategis bagi Malaysia dan Rusia, serta pembahasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan bilateral.
"Saya menyinggung upaya memperluas kerja sama ekonomi, termasuk menyambut baik komitmen Rusia untuk memberikan kerja sama jangka panjang dalam aspek pasokan energi dan minyak," kata Anwar.
Anwar dan Putin juga turut bertukar pandangan mengenai peluang memperkuat kerja sama di bidang teknologi baru, keamanan siber, digital, kecerdasan buatan (AI), pertanian modern, dan farmasi.
"Pembahasan juga mencakup upaya mempermudah mobilitas masyarakat melalui penghapusan visa, serta penjajakan mekanisme untuk memperluas perdagangan dan investasi bilateral dengan menggunakan mata uang lokal (ringgit dan rubel)," terang Anwar.
Pada kesempatan yang sama, Anwar juga memuji sikap Presiden Putin yang konsisten dan berprinsip dalam menyuarakan pandangannya terkait isu Gaza dan Iran.
Anwar mengatakan pemerintahannya akan terus mengambil langkah-langkah strategis dan proaktif untuk memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk melalui kerja sama internasional yang mampu menjamin stabilitas, keberlanjutan, dan ketahanan pasokan energi demi kepentingan rakyat.
Baca juga: Soal beli minyak Rusia, PM Malaysia: Mandat saya lindungi rakyat
Baca juga: Anwar Ibrahim buka peluang Malaysia impor komoditas minyak dari Rusia
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































