Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Afgan Syahreza memastikan akan membawa kembali elemen paling ikonik dalam perjalanan karirnya, yakni kacamata, pada konser tunggal bertajuk "Retrospektif".
Meski sempat menanggalkan aksesori tersebut setelah menjalani prosedur lasik, Afgan akan mengenakannya lagi demi memperkuat narasi perjalanan 18 tahun bermusiknya.
"Ada, yang jelas ada satu lagu yang saya pakai lagi kacamata. Kenapa lagu itu harus pakai kacamata? Jadi karena (judul) lagunya Kacamata," ujar Afgan saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu.
Lagu "Kacamata" adalah salah satu judul lagu dalam album terbaru Afgan yang juga bertajuk "Retrospektif".
Rencana mengenakan kacamata saat menyanyikan lagu itu diambil untuk menghadirkan suasana nostalgia yang autentik di depan para penggemar setia Afgan yang mengikuti karirnya sejak lama.
Baca juga: Afgan berencana duet bareng penyanyi idolanya di Konser Retrospektif
Afgan mengakui bahwa melepas kacamata saat awal masa pandemi COVID-19 sempat membuatnya merasa tidak percaya diri.
Namun, dalam konser nanti, ia ingin menunjukkan transisi penampilan tersebut secara artistik di atas panggung sebagai wujud konsep mendobrak batasan (limitasi) diri.
Musikus Erwin Gutawa menekankan bahwa aspek paling menarik dalam pertunjukan nanti adalah kematangan konsep yang ingin ditampilkan oleh Afgan.
Menurut Erwin, etos kerja tim dalam menyiapkan konser nanti tidak akan lengkap jika hanya sekadar menyusun daftar lagu, tetapi harus pula membangun sebuah pengalaman emosional yang utuh bagi ribuan orang yang menyaksikan konser tersebut.
Erwin menambahkan bahwa detail kecil yang lain, seperti pengaturan napas penyanyi yang harus selaras dengan orkestra, juga menjadi kunci terciptanya keajaiban (magic) di atas panggung.
Dengan jam terbang Afgan di atas panggung yang dinilai sudah tinggi, Erwin mengaku tantangannya kini hanya tinggal fokus mengarahkan agar setiap penampilan musik memiliki kedalaman rasa, terutama dalam momen-momen yang mengundang haru.
Toto Prasetyo selaku Creative Director untuk konser Afgan Retrospektif 18 Tahun Berkarya yang akan diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 18 Juli 2026 mengatakan konser tersebut akan mengusung konsep Mirror Perspective.
Baca juga: Erwin Gutawa sebut Afgan miliki kemiripan dengan Chrisye
Desain ini menggabungkan penggunaan floor LED dan top LED untuk merespons visual yang menampilkan perjalanan Afgan dari konser-konser sebelumnya.
"Inspirasinya dari panggung-panggung konser Afgan sebelumnya yang kita gabungkan menjadi satu, kita elevate (tingkatkan) di konser Retrospektif ini," ujar Pras di Jakarta.
Pras mengatakan Afgan menginginkan pengalaman menonton yang berbeda melalui konsep Grand Symphonic Universe dalam konser tunggalnya.
Konsep Grand Symphonic Universe sendiri merupakan hasil diskusi mendalam untuk menyatukan elemen visual, pencahayaan (lighting), suara (sound), hingga aransemen musik. Pras menyebut pertunjukan ini akan terasa seperti sebuah buku harian (diary) yang terbuka bagi penggemar untuk melihat cerita Afgan dari awal hingga akhir.
Selain kemegahan visual, Afgan juga akan menghadirkan tiga orang kolaborator atau bintang tamu pilihan.
"Tiga ini sangat menurut saya akan menjadi memorable concert (konser yang berkesan) terbaik," tambah Pras.
Ia merangkum konser ini dalam tiga kata kunci: Grande, Journal, dan Memorable.
Harga tiket konser yang ditawarkan saat ini (setelah masa prapenjualan/ early bird) oleh promotor mulai dari Rp800 ribuan untuk kategori tempat duduk yang paling terjangkau.
Baca juga: Afgan akui merindukan akting dan siap comeback
Baca juga: Afgan rilis album rangkum perjalanan bermusik lewat "Retrospektif"
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































