Kendari (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chainago bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja meninjau langsung Sekolah Rakyat (SR) setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kunjungan kerja dua menteri kabinet tersebut didampingi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sultra dan Pj Wali Kota Kendari, guna memastikan program strategis nasional di bidang pendidikan itu berjalan optimal di daerah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra Parinringi saat ditemui di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa kehadiran para menteri ini bertujuan memantau langsung konsistensi pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang telah dicanangkan pemerintah.
"Salah satu agenda kunjungan beliau adalah memastikan bahwasanya Sekolah Rakyat yang ada di Kendari ini berjalan sesuai dengan apa yang telah diprogramkan," kata Parinringi.
Ia menyebutkan jika dalam kesempatan tersebut Menko Polkam juga memberikan arahan dan motivasi langsung kepada para siswa, orang tua murid, serta tenaga pendidik agar tetap semangat dan konsisten dalam mengikuti seluruh proses belajar mengajar.
Selain melakukan peninjauan, Menko Polkam bersama rombongan menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas untuk menunjang aktivitas harian dan sarana olahraga di sekolah berbasis asrama tersebut.
"Bapak Menko Polkam memberikan bantuan berupa dua unit lemari es (kulkas), tiga unit dispenser, serta sarana prasarana olahraga seperti raket bulu tangkis, bet tenis meja, bola futsal, hingga tiang gawang futsal mini," ujar Parinringi.
Foto bersama Menko Polkam RI Djamari Chainago, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, dan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat tingkat SMP di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5/2026). (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal keberlanjutan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional.
"Kami di daerah tentu siap mendukung. Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Dinas Sosial selalu menyokong kegiatan ini. Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami wajib mendukung penuh program-program strategis nasional yang ada di Indonesia," kata Aris Badara.
Terkait kapasitas, saat ini sekolah tersebut menampung sebanyak 49 siswa. Ke depan, pemerintah menyiapkan rencana relokasi ke fasilitas yang lebih memadai demi menjaring lebih banyak peserta didik.
"Siswa yang ada di sini sekarang berjumlah 49 orang untuk tingkat SMP, yakni SMP 25. Sembari berjalan, sekolah ini nantinya akan pindah ke gedung baru yang lebih siap untuk menerima siswa baru," jelasnya.
Mengingat Sekolah Rakyat ini menerapkan sistem berasrama (boarding school), Aris Badara menambahkan bahwa pihak sekolah tetap memberikan ruang bagi interaksi keluarga. Para orang tua murid difasilitasi untuk menjenguk anak-anak mereka secara berkala.
"Sistemnya asrama, dan seperti yang kita lihat bersama tadi, para orang tua datang berkunjung. Secara periodik mereka akan datang untuk mengunjungi anak-anaknya di sini," tambah Aris Badara.
Baca juga: Menteri PU tinjau pembangunan sekolah rakyat di Singkawang
Baca juga: Kemensos pastikan rekrut 3.000 guru dan 5.000 tendik Sekolah Rkayat
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































