Samarinda (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan simulasi translokasi sebagai upaya penyelamatan badak pari Mahulu Kalimantan di habitat alaminya.
"Upaya penyelamatan badak kalimantan membutuhkan lebih dari sekadar harapan, melainkan kesiapan, ketelitian serta kerja sama berbagai pihak di lapangan," kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Sabtu.
Baca juga: BKSDA Kaltim dan Pemkab Mahulu kolaborasi konservasi badak Kalimantan
Kegiatan simulasi translokasi satwa langka terancam punah ini merupakan inisiatif BKSDA Kalimantan Timur bersama Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT) dengan dukungan dari Tropical Forest Conservation Act Kalimantan (TFCA Kalimantan).
Melalui pelatihan teknis ini, seluruh anggota tim gabungan berlatih secara langsung guna menghadapi berbagai kemungkinan situasi kritis selama proses penyelamatan badak di alam liar.
"Latihan intensif di lapangan tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh tim memahami peran, standar operasional prosedur, hingga langkah penanganan satwa dengan tepat dan terukur," kata Ari.
Dalam simulasi ini, BKSDA Kaltim menggelar sesi berbagi ilmu pengetahuan teknis dengan mengundang sejumlah pakar dan ahli konservasi badak tingkat nasional.
Menurut Ari, kajian mendalam serta pertukaran pengalaman empiris tersebut menjadi ruang pembelajaran strategis guna memperkuat kapasitas kelembagaan tim gabungan dalam mendukung kelancaran program konservasi satwa badak khas Kalimantan.
Badak pari Mahulu merupakan salah satu individu langka dari populasi badak Kalimantan yang hingga saat ini masih terdeteksi mendiami lokasi habitat alaminya di pedalaman hutan.
Baca juga: BKSDA Kaltim optimalkan pengecekan rutin dan nutrisi badak pahu
Baca juga: Populasi badak di Kaltim diperkirakan 12-15 ekor
Simulasi tersebut secara khusus menjadi bagian dalam persiapan panjang menuju upaya evakuasi badak pari Mahulu ke lokasi suaka pelestarian yang lebih aman.
"Dibalik setiap proses latihan keras di lapangan, tersimpan satu tekad bulat dari seluruh pihak untuk terus memelihara harapan bagi kelestarian masa depan populasi badak kalimantan," ungkap Ari.
Dia menambahkan dukungan berbagai pihak diharapkan dalam misi penyelamatan ini, karena eksistensi badak Kalimantan itu ada, nyata, dan menjadi tugas bersama untuk senantiasa melindunginya dari kepunahan.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































