Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China memberlakukan masa jeda bagi layanan robotaxi dan kendaraan otonom setelah insiden mogok massal yang dialami 100 kendaraan otonom di Wuhan pada 31 Maret 2026.
Dilansir dari Arena EV pada Jumat (29/5) waktu setempat, sebelumnya, sebanyak 100 kendaraan milik layanan robotaxi Apollo Go mendadak berhenti beroperasi sehingga menyebabkan kekacauan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Wuhan.
Akibatnya, pemerintah China memberlakukan masa jeda yang membuat perusahaan robotaxi tidak dapat menambah kendaraan otonom baru untuk layanan angkutan penumpang hingga akhir Juni 2026. Kebijakan tersebut ditetapkan oleh Menteri Teknologi Industri dan Informasi, Menteri Keamanan Publik, dan Menteri Transportasi.
Meski demikian, pelaku industri mengatakan kebijakan tersebut tidak akan mengubah target ekspansi kendaraan otonom yang telah ditetapkan untuk tahun ini.
Baca juga: Chery Q tawarkan berbagai fitur keselamatan
Perusahaan robotaxi Pony.ai, misalnya, tetap menargetkan 3.500 kendaraan otonom yang beroperasi di jalan raya pada akhir 2026, atau hampir dua kali lipat dibanding armada saat ini. Sementara itu, Apollo Go melaporkan telah menerima sekitar 3,2 juta pesanan perjalanan hanya pada kuartal pertama 2026.
Di sisi lain, sejumlah pelaku industri meminta regulator menerapkan pendekatan yang lebih terukur dibandingkan aturan yang berlaku secara menyeluruh untuk semua perusahaan.
CEO WeRide, Han Xu, menyarankan pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan yang memiliki rekam jejak keselamatan yang baik, sembari menjatuhkan sanksi kepada operator robotaxi dengan catatan keselamatan yang buruk.
Menurut Han, pendekatan tersebut meniru sistem pengawasan yang diterapkan dalam industri penerbangan, di mana evaluasi keselamatan dilakukan berdasarkan kinerja masing-masing operator.
Baca juga: Basis produksi BMW Brilliance rampungkan produksi kendaraan ke-7 juta
Baca juga: Pelabuhan di Hainan China dorong bangunan prafabrikasi ke pasar global
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































