Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) DKI JakartanRano Karno menilai acara Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 selain memperkuat identitas kota budaya juga sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Kondisi ekonomi dunia memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak boleh terjebak dalam situasi itu," kata Rano di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, IWDF tidak hanya memperkuat citra Jakarta di tingkat internasional, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Rano mengatakan bahwa berbagai agenda budaya yang digelar Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa bulan terakhir dinilai turut mendorong perputaran ekonomi daerah.
"Karena itu, kita harus melakukan pembiayaan kreatif, bukan hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga lewat kebudayaan, kreativitas, dan olahraga," ujarnya.
Adapun perhelatan IWDF 2026 digelar di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia sekaligus rangkaian menuju 500 tahun Kota Jakarta dan upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global berbasis budaya.
Rano mengatakan IWDF 2026 melibatkan lebih dari 1.200 peserta dari sekitar 80 sanggar tari dan dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan perdana tahun lalu.
"Kalau tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, sekarang sudah mencapai 1.200 orang. Hampir 80 sanggar terlibat, bahkan juga mengundang peserta dari Korea. Ini menandakan bahwa tari di dunia sudah menjadi bagian dari kolaborasi budaya," katanya.
Wagub Rano berharap IWDF terus berkembang sebagai wadah pelestarian budaya lintas generasi dengan mempertemukan anak muda, komunitas kreatif, dan para maestro seni dalam satu ruang ekspresi.
Ia menilai hal itu dapat memperkuat identitas kota sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai panggung budaya dunia. Untuk perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, kami sedang menyiapkan berbagai agenda internasional yang melibatkan lebih banyak negara dan perwakilan dari berbagai benua," ucapnya.
IWDF 2026 diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Rosmala Sari Dewi sebagai program resmi Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan festival budaya berskala internasional.
Berbagai kegiatan digelar dalam festival tersebut, mulai dari parade tari, lokakarya, battle dance fusion, pertunjukan seni, flashmob, festival tari, hingga penampilan bintang tamu nasional dan internasional di sejumlah titik strategis di Jakarta.
Baca juga: Parade Hari Tari Sedunia semarakkan pusat kota Jakarta
Baca juga: DKI punya Balai Budaya Condet untuk lestarikan tradisi
Baca juga: TMII gelar pawai budaya dan Tari Kecak hibur pengunjung
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































