Jakarta (ANTARA) - Sejumlah sayuran kerap disebut sebagai makanan yang perlu dihindari penderita asam urat karena mengandung purin. Namun, anggapan tersebut perlu diluruskan karena tidak semua sayuran tinggi purin terbukti meningkatkan risiko serangan gout.
Purin merupakan senyawa yang secara alami terdapat dalam berbagai makanan dan akan diuraikan tubuh menjadi asam urat. Pedoman American College of Rheumatology (ACR) memang merekomendasikan pembatasan asupan purin bagi penderita gout, tetapi dampak pola makan terhadap kadar asam urat umumnya relatif kecil dibandingkan faktor lain.
Baca juga: 6 sayuran yang perlu dibatasi bagi penderita asam urat, Apa saja?
Baca juga: 8 sayuran rendah purin yang aman untuk penderita asam urat
Berikut enam sayuran yang cukup sering masuk daftar makanan dengan kandungan purin sedang dan perlu diperhatikan porsinya.
1. Bayam
Bayam termasuk sayuran yang memiliki kandungan purin sedang. Sejumlah panduan diet untuk penderita gout memasukkan bayam dalam kelompok makanan yang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Meski demikian, bayam tidak berarti harus dihindari sepenuhnya. National Kidney Foundation menyebut penelitian menunjukkan sayuran yang mengandung banyak purin tidak meningkatkan risiko gout seperti yang selama ini dikhawatirkan.
2. Asparagus
Asparagus juga termasuk sayuran dengan kandungan purin sedang. Karena itu, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat dikurangi terutama bagi orang yang sedang mengatur pola makan untuk mengendalikan asam urat.
Namun, asparagus tetap memiliki nilai gizi dan bukan termasuk makanan yang secara otomatis harus dihapus dari menu penderita gout.
Baca juga: Cara tepat mengobati asam urat menurut ahli
3. Kembang kol
Kembang kol termasuk kelompok sayuran yang tercatat memiliki kandungan purin sedang. Beberapa panduan diet gout menyarankan mengonsumsinya dalam porsi kecil atau secukupnya.
Artinya, penderita asam urat tidak harus menghindari kembang kol secara total. Jumlah dan frekuensi konsumsi tetap perlu diperhatikan.
4. Jamur
Jamur menjadi salah satu sayuran yang cukup sering disebut dalam daftar makanan dengan kandungan purin sedang. Panduan diet untuk gout dari sejumlah rumah sakit juga memasukkan jamur dalam kelompok yang sebaiknya dikonsumsi secara moderat.
Namun, seperti sayuran lainnya, kandungan purin pada jamur tidak otomatis membuatnya menjadi pemicu serangan gout pada setiap orang.
5. Kacang polong
Kacang polong juga dapat mengandung purin dalam jumlah sedang. Selain kacang polong, sejumlah jenis kacang-kacangan dan legum sering masuk dalam pembahasan pola makan rendah purin.
Meski demikian, penelitian yang dirangkum National Kidney Foundation menunjukkan sayuran dan sumber purin nabati tidak memiliki pengaruh terhadap risiko gout sebesar sumber purin tertentu dari hewan.
6. Buncis dan kelompok kacang-kacangan
Beberapa panduan diet gout juga memasukkan kacang-kacangan dan legum, termasuk jenis kacang tertentu, dalam kelompok makanan dengan kandungan purin sedang. Karena itu, porsinya dapat disesuaikan apabila seseorang sedang menjalani pola makan rendah purin.
Namun, tidak tepat jika semua kacang-kacangan dianggap sebagai makanan yang pasti menyebabkan asam urat kambuh.
Baca juga: Mengenal purin dalam tubuh dan pengaruhnya bagi kesehatan
Benarkah sayuran bisa memicu asam urat?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Kandungan purin memang menjadi salah satu pertimbangan dalam pola makan penderita gout, tetapi sayuran tinggi purin tidak terbukti meningkatkan risiko gout seperti makanan tertentu yang berasal dari hewan.
National Kidney Foundation secara khusus menyebut banyak sayuran mengandung purin, tetapi penelitian menunjukkan konsumsi sayuran tersebut tidak meningkatkan risiko gout. Arthritis Foundation juga menyatakan sayuran tinggi purin seperti asparagus dan bayam tetap aman dimasukkan dalam pola makan.
Karena itu, lebih tepat menyebut bayam, asparagus, kembang kol, jamur, kacang polong dan beberapa kacang-kacangan sebagai sayuran yang mengandung purin, bukan sebagai makanan yang pasti memicu serangan asam urat.
Makanan yang perlu lebih diwaspadai
Penderita gout justru perlu lebih memperhatikan makanan dengan kandungan purin tinggi, terutama jeroan, beberapa jenis makanan laut, daging tertentu dan ekstrak ragi. Sejumlah panduan diet gout mengelompokkan makanan tersebut sebagai sumber purin tinggi.
Selain itu, ACR merekomendasikan pembatasan alkohol dan makanan atau minuman tinggi fruktosa pada penderita gout. Pedoman tersebut juga menekankan bahwa perubahan pola makan saja biasanya hanya memberikan perubahan kecil terhadap kadar asam urat.
Dengan demikian, penderita asam urat tidak perlu menghindari semua sayuran. Konsumsi sayuran tetap penting sebagai bagian dari pola makan sehat. Jika memiliki gout atau kadar asam urat tinggi, pengaturan porsi dan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama bila sudah mendapat pengobatan dari dokter.
Baca juga: 8 buah yang baik untuk membantu mengontrol asam urat
Baca juga: Apa itu asam urat? Kenali penyebab, gejala, dan cara mencegahnya
Baca juga: Ini risiko pasien asam urat saat santap makanan khas Lebaran
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































