5 ciri-ciri WhatsApp diretas dan cara mengamankan akun

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang banyak digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Tidak hanya untuk berkirim pesan, WhatsApp juga kerap digunakan untuk berbagi dokumen, foto, hingga melakukan panggilan suara dan video.

Karena menyimpan berbagai informasi pribadi, akun WhatsApp juga perlu dijaga keamanannya. Pengguna perlu waspada apabila tiba-tiba muncul aktivitas yang tidak dilakukan sendiri karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda akun sedang diakses atau diambil alih pihak lain.

WhatsApp sendiri menyediakan sejumlah fitur keamanan untuk membantu pengguna melindungi akun. Salah satunya adalah verifikasi dua langkah yang menambahkan PIN ketika akun didaftarkan atau diverifikasi kembali.

Lantas, apa saja ciri-ciri akun WhatsApp yang mungkin telah diretas atau diambil alih?

1. Tiba-tiba keluar dari akun WhatsApp

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika pengguna tiba-tiba keluar atau logout dari akun WhatsApp tanpa melakukannya sendiri.

WhatsApp menjelaskan, munculnya pemberitahuan bahwa pengguna telah keluar karena alasan keamanan dapat berarti ada pihak lain yang mencoba mendaftarkan akun WhatsApp menggunakan nomor telepon yang sama.

Dalam kondisi tersebut, pengguna sebaiknya segera melakukan pendaftaran ulang nomor telepon melalui aplikasi WhatsApp untuk mengamankan kembali akun.

Baca juga: 20 ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk WhatsApp, penuh makna

2. Menerima kode verifikasi tanpa pernah meminta

Pengguna juga perlu waspada apabila menerima SMS atau notifikasi berisi kode verifikasi WhatsApp padahal tidak sedang mencoba masuk atau mendaftarkan akun.

Menurut WhatsApp, seseorang yang berusaha mengambil alih akun membutuhkan kode verifikasi yang dikirim ke nomor telepon pengguna. Karena itu, kode tersebut tidak boleh diberikan kepada orang lain, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai teman, petugas WhatsApp, atau pihak tertentu.

Jika menerima kode secara tiba-tiba, jangan membagikannya dan periksa keamanan akun.

3. Ada perangkat asing di menu "Perangkat Tertaut"

Ciri lain yang patut diperiksa adalah munculnya perangkat yang tidak dikenali pada menu "Perangkat Tertaut".

Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat perangkat yang sedang terhubung dengan akun WhatsApp. WhatsApp juga menyarankan pengguna memeriksa perangkat tertaut secara berkala dan mengeluarkan perangkat yang tidak dikenali.

Untuk mengeceknya, buka WhatsApp kemudian masuk ke menu "Perangkat Tertaut". Jika terdapat perangkat yang tidak pernah digunakan, pengguna dapat memilih perangkat tersebut dan melakukan logout.

4. Pesan terkirim tanpa sepengetahuan pemilik akun

Perhatikan pula aktivitas percakapan. Jika teman atau keluarga memberitahu bahwa mereka menerima pesan dari nomor WhatsApp pengguna, padahal pesan tersebut tidak pernah dikirim, kondisi itu perlu dicurigai.

Hal serupa berlaku jika terdapat perubahan pada percakapan, status, profil, atau aktivitas lain yang tidak dilakukan sendiri.

Namun, aktivitas yang tidak biasa tidak selalu berarti akun telah diretas. Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa perangkat tertaut dan keamanan akun sebelum mengambil kesimpulan.

Baca juga: WhatsApp buat fitur verifikasi dua langkahnya "naik kelas"

5. Akun tidak bisa digunakan seperti biasa

Jika pengguna tiba-tiba tidak dapat mengakses akun dan muncul pemberitahuan terkait keamanan atau pendaftaran nomor, hal tersebut juga perlu diperhatikan.

WhatsApp menyebut kondisi ketika pengguna mendapatkan pesan bahwa dirinya telah logout karena alasan keamanan dapat terjadi ketika seseorang mencoba mendaftarkan akun menggunakan nomor telepon yang sama.

Dalam kondisi tersebut, pengguna dapat mengikuti proses pendaftaran ulang nomor telepon melalui WhatsApp.

Apa yang harus dilakukan jika WhatsApp diretas?

Jika menduga akun telah diambil alih, pengguna sebaiknya segera mengambil langkah pengamanan dan tidak memberikan kode verifikasi kepada siapa pun.

WhatsApp menyediakan panduan pemulihan bagi pengguna yang akunnya telah disusupi atau kehilangan akses. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah masuk kembali ke WhatsApp dan mendaftarkan ulang nomor telepon.

Selain itu, periksa menu "Perangkat Tertaut" dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada perangkat lain yang masih memiliki akses ke akun.

Pengguna juga disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah. Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan karena membutuhkan PIN enam digit ketika akun didaftarkan atau diverifikasi kembali.

Baca juga: Kemkomdigi panggil Meta imbas pemblokiran massal akun WhatsApp

Jangan sembarangan membagikan kode WhatsApp

Sebagian kasus pengambilalihan akun berawal dari pengguna yang tanpa sadar memberikan kode verifikasi kepada orang lain.

Karena itu, kode verifikasi WhatsApp sebaiknya dianggap sebagai informasi pribadi dan tidak diberikan kepada siapa pun. Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pesan yang meminta kode, mengarahkan ke tautan mencurigakan, atau meminta memindai kode QR dengan alasan tertentu.

Meta pada 2026 juga mengingatkan bahwa penipu dapat mencoba mengelabui pengguna agar menautkan akun WhatsApp ke perangkat mereka, termasuk dengan meminta kode penautan perangkat atau memindai kode QR.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, pengguna dapat lebih cepat mengambil tindakan apabila menemukan aktivitas mencurigakan pada akun WhatsApp.

Rutin periksa keamanan akun

Menjaga keamanan WhatsApp tidak cukup hanya dilakukan ketika akun sudah bermasalah. Pengguna sebaiknya rutin memeriksa perangkat yang tertaut, mengaktifkan verifikasi dua langkah, dan tidak pernah membagikan kode verifikasi.

Jika muncul aktivitas yang tidak dikenali, segera periksa perangkat tertaut dan ikuti prosedur pemulihan resmi WhatsApp.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko akun diakses pihak lain dan menjaga percakapan maupun informasi pribadi tetap aman.

Baca juga: WhatsApp sebut kesalahan sistem buat banyak akun pengguna terblokir

Baca juga: Platform Al memungkinkan pelaku usaha layani pelanggan via WhatsApp

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |