Denpasar (ANTARA) - Sebanyak 16 ogoh-ogoh terbaik Sekaa Terima Teruni (STT) atau kelompok pemuda pemudi se-Kota Denpasar tampil di Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 di Kawasan Catus Pata Patung Catur Muka Denpasar, Jumat.
Kasanga Festival dibuka secara resmi oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar yang ditandai dengan menyuarakan kulkul.
Adapun 16 ogoh-ogoh yang tampil merupakan karya dari ST. Cantika Banjar Sedana Merta, ST. Yowana Sawitra Banjar Abiantimbul, ST. Eka Dharma Banjar Saih Peguyangan Kaja, ST. Sukarela Banjar Kepisah Pedungan, ST. Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur Kaja, ST. Yowana Kerta Yoga Banjar Panti Gede, ST. Dharma Cita Banjar Abiankapas Tengah.
Selanjutnya, ST. Swastika Banjar Pekambingan, ST. Dharma Santika Banjar Tembawu Kelod, ST. Eka Cita Banjar Abiankapas Kaja, ST. Taruna Dharma Castra Banjar Tengah Sidakarya, ST. Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman, ST. Dwi Tunggal Banjar Antap Panjer, ST. Bineka Banjar Binoh Kelod, ST. Semadhi Dharma Putra Banjar Poh Gading dan ST. Mekar Sari, Banjar Kesambi Kesiman Kertalangu.
Penampilan belasan ogoh-ogoh tersebut disambut meriah ribuan warga Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar Jaya Negara mengaku bahagia lantaran dengan sinergi lintas sektor antara Pemerintah Kota Denpasar bersama Pasikian Yowana Kota Denpasar serta pihak terkait lainya ini dapat melaksanakan Kasanga Festival di Tahun 2026 ini.
Menurutnya, kegiatan pertunjukan ogoh-ogoh dalam Kasanga Festival dapat menjadi dasar dan tolak ukur pengembangan kreativitas, dalam usaha memperkuat budaya Bali.
Kasanga Festival merupakan wahana kreativitas tanpa batas Yowana Kota Denpasar yang bernafaskan Vasudhaiva Kutumbakam.
“Kegiatan ini dilaksanakan agar kreator ogoh-ogoh di Kota Denpasar mempunyai ruang berkompetisi yang produktif dengan berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam (etika, logika Dan estetika)," katanya.
Sasaran ke depan dari Kasanga Festival ini, kata dia, memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kota Denpasar yang hadir dengan sistem pengolahan sampah berbasis sumber.
Jaya Negara menjelaskan jika bersama dicermati, Kasanga Festival merupakan wahana strategis untuk dilaksanakan berkelanjutan.
Hal ini lantaran kegiatan ini merupakan sarana interaksi dan komunikasi guna menumbuhkembangkan kreativitas di kalangan Yowana, agama, dat dan budaya Bali yang berkesinambungan.
Pihaknya juga memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari membludaknya penonton yang hadir.
Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan serta mengikuti Kasanga Fest ini dengan tertib dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar AA Made Angga Harta Yana menjelaskan Kesanga Festival yang tetap berpedoman pada sepirit Vasudhaiva Kutumbakam ini mempertemukan beragam bidang.
Kasanga Festival tahun ini, selain menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar yang pada seleksi sebelumnya diikuti sebanyak 223 peserta dari STT se-Kota Denpasar.
Selain itu, terdapat pula sebanyak 10 ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar, sebanyak 43 karya ogoh-ogoh mini, sebanyak 33 peserta lomba sketsa dan sebanyak 35 peserta lomba tapel.
Terdapat pula sebanyak 16 peserta lomba barong, sebanyak 6 peserta lomba baleganjur ogoh-ogoh serta sebanyak 43 stand UMKM yang dapat menjadi pilihan warga kota untuk berbelanja dan kulineran.
“Kesanga Festival ini diharapkan mempertemukan serta menggabungkan beragam kreatifitas yang ada, yang tentunya berkaitan dengan Hari Suci Nyepi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang ada,” kata Gung Angga.
Selain itu, kata Gung Angga, Kasanga Festival kali ini menghadirkan skema baru. Yang pertama adalah pengolahan sampah festival berbasis sumber dengan sistem waste management bekerja sama dengan komunitas.
Kedua, format penilaian tahun ini dikemas dengan pawai atau peed, dan pada saat inaugurasi pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan perwakilan kecamatan yang diawali dengan pementasan Barong Barung sebagai penyucian.
“Kami berharap Kasanga Festival ini dapat menguatkan seni budaya Bali yang dikolaborasikan dengan teknologi. Dan tahun ini kami menghadirkan format baru, dimana Kasanga Fest juga ikut andil dalam mengurangi sampah dengan mengolah sendiri sampah festival dengan waste management,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada perhelatan kali ini, 16 besar ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar akan diberikan pembinaan sebesar Rp30 juta untuk masing-masing sekehe.
Selanjutnya, mereka akan menampilkan pawai atau peed dengan sajian terbaik untuk memperebutkan Juara I dengan hadiah sebesar Rp50 juta, Juara II dengan hadiah Rp40 juta, Juara III dengan hadiah Rp30 juta, Harapan I dengan hadiah Rp20 juta, Harapan II dengan hadiah Rp15 juta dan Harapan III dengan hadiah Rp10 juta dengan masing-masing hadiah dipotong pajak.
Baca juga: Desa di Sanur kompak hadirkan Parade Ogoh-ogoh di kawasan wisata
Baca juga: Jelang perayaan Nyepi, pawai ogoh-ogoh anak meriahkan Jembrana
Baca juga: 12 Ogoh-ogoh terbaik di Denpasar tampil dalam parade Kasanga Festival
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































