Wamenhaj ajak pers perkuat ekosistem intelektual

2 weeks ago 11

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak pers untuk menumbuhkan kembali tradisi intelektualitas seiring dengan fenomena banjir informasi di era digital yang seringkali mengabaikan substansi.

“Saat ini ramai konten, tapi tak berkonten. Artinya, banyak konten yang tidak berisi dan tidak memiliki nilai (value). Yang dibutuhkan dari jurnalis hari ini adalah konten yang sesungguhnya,” ujar Dahnil dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: HPN 2026, Istana: Semoga pers maju, profesional, dan bertanggung jawab

Pernyataan itu disampaikan Dahnil saat menerima penghargaan kategori Golden Leader Tahun 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI di Kota Serang, Banten.

Dahnil mengungkapkan keprihatinannya terhadap mulai terkuburnya kalangan intelektual akibat ekosistem yang kurang mendukung.

Menurutnya, tradisi menulis dan jurnalisme yang berkualitas harus dipulihkan agar nalar ilmiah kembali mendapat tempat di ruang publik.

Ia berharap JMSI dapat menjadi pelopor dalam menempatkan intelektual organik, baik dari kalangan pejabat politik, pejabat negara, maupun akademisi, sebagai sumber rujukan utama informasi.

Baca juga: Mendes harap media beri informasi terbaik soal program bangun desa

Baca juga: HPN 2026 perkuat peran pers sebagai penjaga kebenaran di era AI

"Teman jurnalis, mulai lah berhenti untuk mengangkat mereka yang tidak memberikan tempat pada nalar ilmiah dan intelektualisme," kata dia.

Menutup arahannya, Dahnil menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional yang jatuh pada Senin, 9 Februari 2026. Ia berharap pers tetap menjadi pilar yang mencerahkan bangsa.

"Dengan peran pers yang terus menyampaikan informasi, ia akan terus menjadi peran yang mencerahkan dan meninggikan peradaban," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |