Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya melalui pengolahan limbah dapur menjadi kompos dan bioavtur.
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada pengelolaan limbah dapur secara bertanggung jawab.
“Program MBG adalah investasi besar bagi generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, kami berkomitmen menjadikan setiap dapur MBG sebagai model zero waste yang menghasilkan nilai tambah, bukan beban bagi lingkungan dan anggaran negara,” ujarnya.
Baca juga: BGN wajibkan limbah domestik MBG dipantau setiap tiga bulan
Ia menjelaskan, dengan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, terdapat potensi besar dari dua jenis limbah utama, yakni minyak jelantah dan sampah organik sisa bahan makanan.
Minyak jelantah dari SPPG, kata dia, akan dikumpulkan secara terorganisasi untuk diolah menjadi bioavtur ramah lingkungan, sementara sisa bahan makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos.
Menurut dia, pengelolaan limbah tersebut tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular, menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi beban pengelolaan sampah oleh negara, serta memberdayakan UMKM dan masyarakat sekitar.
Baca juga: BGN terbitkan aturan baru, SPPG wajib kelola limbah MBG
APPMBGI juga menjalin kolaborasi teknis dengan sejumlah pihak, termasuk kementerian terkait dan PT Pertamina (Persero), untuk memastikan proses pengolahan memenuhi standar keamanan, kualitas, dan lingkungan.
Abdul Rivai menegaskan, pengelolaan limbah ini bukan sekadar program sementara, melainkan bagian dari ekosistem jangka panjang Program MBG.
“Kami ingin membangun model tata kelola yang mendukung ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi nasional. Dari dapur sekolah hingga langit Indonesia, limbah hari ini bisa menjadi energi dan kesuburan tanah esok hari,” ujarnya.
Baca juga: Wamen LH: MBG harus berjalan dengan pengendalian limbah dan food waste
Baca juga: Limbah MBG disulap jadi ekonomi hijau di Lumajang
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































