Ketika Indonesia melawan prediksi

2 hours ago 2
Situasi tersebut membuat Indonesia harus cermat menghitung jalur kemenangan

Jakarta (ANTARA) - Tim beregu putri Indonesia akan menghadapi ujian paling berat sejauh ini pada Piala Uber 2026 ketika berjumpa Korea Selatan pada semifinal di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5).

Langkah Indonesia ke empat besar sejatinya sudah memenuhi target awal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Namun setelah berhasil melampaui ekspektasi dengan menembus semifinal, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar soal target, melainkan peluang nyata menuju final.

Di titik inilah Korea Selatan hadir sebagai tembok yang harus dirobohkan.

Indonesia memastikan tempat di semifinal setelah menundukkan tuan rumah Denmark 3-1. Pada waktu hampir bersamaan, Korea Selatan juga melaju dengan skor identik setelah mengatasi Taiwan 3-1.

Meski sama-sama menang 3-1, cara Korea Selatan meraih kemenangan menunjukkan mereka datang dengan kekuatan yang lebih mapan. Negeri Ginseng memiliki komposisi tim yang relatif lengkap, dengan tunggal putri kelas dunia serta ganda putri berpengalaman yang terbiasa bermain di level tertinggi.

Baca juga: Ester bawa Indonesia melangkah ke semifinal setelah bungkam Denmark

Sosok sentral

Nama paling menonjol tentu An Se-young.

Pemain peringkat satu dunia tersebut menjadi pusat kekuatan Korea Selatan dan sejauh ini tampil nyaris tanpa cela sepanjang Piala Uber 2026. Dalam empat pertandingan yang sudah dijalani, An selalu diturunkan sebagai tunggal pertama dan berhasil membuka jalan kemenangan bagi timnya.

Ia menundukkan Clara Azurmendi dari Spanyol, Kaloyana Nalbantova dari Bulgaria, Ratchanok Intanon dari Thailand, hingga Chiu Pin-chian dari Taiwan tanpa kehilangan satu gim pun.

Bahkan lawan-lawannya kesulitan menembus angka tinggi. Saat menghadapi Chiu Pin-chian pada perempat final, An menang sangat telak 21-7, 21-8.

Konsistensi itu membuat Korea Selatan hampir selalu memulai laga dengan keunggulan 1-0. Hal tersebut menjadi modal psikologis yang sangat penting dalam pertandingan beregu.

Bagi Indonesia, situasi tersebut menempatkan Putri Kusuma Wardani sebagai sosok sentral. Jika kembali dipercaya turun sebagai tunggal pertama, Putri kemungkinan besar akan berhadapan lagi dengan An Se-young.

Catatan pertemuan memang belum berpihak kepada wakil Indonesia itu. Putri belum pernah menang dalam sembilan pertemuan melawan An, termasuk dua kekalahan pada musim ini di India Open dengan skor 16-21, 8-21 serta All England 11-21, 14-21.

Meski demikian, Putri datang dengan modal performa yang cukup baik di Horsens. Dari empat laga sebelumnya, ia selalu tampil di partai pertama.

Pada fase grup, Putri sempat kalah dari tunggal Kanada Michelle Li dengan skor 21-16, 11-21, 16-21. Namun setelah itu ia bangkit dengan mengalahkan wakil Australia Tiffany Ho 21-5, 21-10 dan menundukkan Chiu Pin-chian 21-17, 21-17.

Di perempat final, Putri kembali menunjukkan peran penting dengan membuka kemenangan Indonesia atas Denmark seusai mengalahkan Line Christophersen 21-12, 21-15.

Artinya, meski rekor pertemuan kontra An belum memihak, Putri tengah berada dalam ritme pertandingan yang cukup baik dan diharapkan mampu memberi perlawanan maksimal.

Baca juga: Ana/Meilysa menang, Indonesia sementara unggul 2-1 atas Denmark

Bukan hanya An Se-young

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |