Analis: Pidato Prabowo di Mayday jaga keseimbangan buruh dan pengusaha

2 hours ago 3
Pusat perhatiannya bukan hanya di buruh, tapi para pengusaha juga menyaksikan dan mendengarkan poin-poin pesan dalam sambutan yang disampaikan oleh presiden

Jakarta (ANTARA) - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha.

Ia mengatakan setiap pidato presiden pada momentum Hari Buruh selalu menghadapi tantangan yang sama, yakni bagaimana menyampaikan pesan tanpa terlihat terlalu berpihak pada salah satu kelompok.

“Pusat perhatiannya bukan hanya di buruh, tapi para pengusaha juga menyaksikan dan mendengarkan poin-poin pesan dalam sambutan yang disampaikan oleh presiden,” kata Hendri di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Hari Buruh, Prabowo umumkan sederet kebijakan tenaga kerja terbaru

Menurut dia, presiden tidak dapat terlalu condong kepada buruh maupun pengusaha karena keduanya merupakan elemen penting dalam perekonomian nasional. Ia menilai ketidakseimbangan dalam pidato juga berpotensi memengaruhi dukungan politik dari kelompok buruh terhadap pemerintah.

“Kalau terlalu berpihak kepada buruh, pengusaha bisa quote-unquote lari, kabur aja dulu. Terlalu berpihak kepada pengusaha, buruhnya marah,” ujarnya.

Hendri menilai dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah poin yang berpihak kepada buruh, antara lain terkait hak-hak pekerja, perhatian terhadap pengemudi ojek daring, serta gagasan penyediaan rumah bagi buruh.

Baca juga: Hari Buruh, Presiden pastikan terus kawal kepentingan pekerja

Di sisi lain, ia juga melihat adanya pesan agar masyarakat tidak memusuhi pengusaha maupun kelompok masyarakat yang memiliki kekayaan.

Namun demikian, Hendri menekankan bahwa tantangan utama dari setiap pidato presiden tidak berhenti pada penyampaian pesan semata, melainkan pada tindak lanjut kebijakan.

Menurut dia, realisasi dari setiap pernyataan atau arahan presiden menjadi hal yang paling ditunggu masyarakat.

Baca juga: Prabowo ratifikasi ILO 188 untuk beri perlindungan nelayan

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |