Wamendagri dorong Kalimantan pusat pengembangan energi rendah karbon

1 month ago 5

Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong pemerintah daerah di Kalimantan menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat pengembangan energi rendah karbon melalui inovasi, pengolahan sumber daya, dan teknologi berkelanjutan untuk menghasilkan nilai tambah.

“Posisi Kalimantan sebagai salah satu lumbung energi nasional harus menjadi modal untuk membangun sistem energi terpusat yang lebih maju, tidak hanya berorientasi pada pengambilan sumber daya alam, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan berkelanjutan,” kata Wiyagus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis.

Ia menekankan bahwa Kalimantan tidak boleh hanya menjadi tempat pengambilan sumber daya alam semata, tetapi harus menjadi pusat penciptaan nilai tambah, inovasi energi, industri pengolahan, dan teknologi rendah karbon.

“Transformasi sektor energi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah daerah di Kalimantan harus mengambil peran strategis dalam memastikan pemanfaatan sumber daya energi berjalan efektif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menuturkan pemerintah pusat terus mengembangkan kebijakan diversifikasi energi, termasuk peningkatan penggunaan campuran biodiesel sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor serta memperkuat pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri.

Baca juga: Pertamina hadirkan Terminal Hijau dukung transisi energi rendah karbon

Baca juga: Pertamina EP kembangkan bisnis rendah karbon untuk keberlanjutan

Pengembangan energi, kata dia, tidak cukup hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan.

“Daerah penghasil energi harus mendapatkan manfaat pembangunan yang lebih besar melalui pengembangan industri pengolahan dan inovasi berbasis energi,” katanya.

Wiyagus mengingatkan pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, karena pembangunan yang mengabaikan aspek keberlanjutan dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Ia menyebut pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan energi berjalan seimbang antara kebutuhan pembangunan dan perlindungan lingkungan, sehingga pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya energi juga diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil.

“Saya yakin Kalimantan mampu menjadi salah satu kawasan penting dalam transisi energi nasional melalui pengembangan teknologi rendah karbon. Dengan pendekatan tersebut, sektor energi tidak hanya menjadi sumber penerimaan daerah, tetapi juga penggerak pembangunan berkelanjutan,” ujar Wiyagus.

Baca juga: "Carbon capture storage" buka peluang investasi masa transisi energi

Baca juga: Bappenas: Penyediaan listrik rendah karbon solusi pembangunan daerah

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |