Koba, Babel, (ANTARA) - Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), diproyeksikan mampu menampung 2.000 siswa atau meningkat dua kali lipat dari rencana awal sebanyak 1.000 siswa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizzam di Koba, Senin, mengatakan peningkatan daya tampung tersebut membuat persiapan rombongan belajar (rombel) dan tenaga pendidik perlu disesuaikan.
"Sekolah Rakyat yang awalnya daya tampung diproyeksikan untuk 1.000 siswa, bertambah menjadi 2.000 orang atau terjadi peningkatan rombel," ujarnya.
Menurut Nizzam, persyaratan pendirian Sekolah Rakyat di Bangka Tengah pada dasarnya telah terpenuhi. Pemerintah daerah kini menyesuaikan sejumlah dokumen menyusul perubahan pemanfaatan lahan.
Luas lahan yang tercantum sebelumnya mencapai sembilan hektare, namun di lapangan terjadi perubahan karena sebagian lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan dua jalur.
"Adanya perubahan atau pengurangan luas lahan karena sebagian terpakai untuk jalan dua jalur, maka harus kami ubah kembali dokumennya," kata Nizzam.
Pemkab Bangka Tengah juga mengusulkan penerbitan sertifikat sesuai kebutuhan lahan dengan tetap memberikan ruang yang cukup untuk akses jalan.
Dari sisi sarana pendukung, lanjut dia, pemerintah pusat telah memberikan bantuan Rp9 miliar untuk pengadaan sumber daya air yang akan mengambil pasokan dari Kolong Sarkawi.
Sementara untuk tenaga pendidik, kata NIzzam, pemerintah daerah masih mempersiapkan proses rekrutmen sesuai kriteria khusus yang telah ditetapkan.
"Kami harus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempersiapkan tenaga guru yang sesuai dengan kualifikasinya," ujar Nizzam.
Nizzam mengatakan kewenangan pemerintah daerah dalam operasional Sekolah Rakyat meliputi penyediaan lahan dan pengelolaan asrama.
Pemkab Bangka Tengah menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi dan menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027.
"Namun semua itu tergantung pemerintah pusat, kami sifatnya menunggu dan apa yang menjadi kewenangan daerah terkait SR sudah kita penuhi," katanya.
Pewarta: Ahmadi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































