Wamen UMKM: Kampus UKM bawa produk Indonesia mendunia

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengatakan program Capacity Building melalui platform Kampus UKM turut membawa produk-produk lokal Indonesia mendunia.

Dikutip dari keterangan resmi Kementerian UMKM di Jakarta, Jumat, rangkaian kegiatan pada platform Kampus UKM ini berfokus pada peningkatan kompetensi dan kapasitas para pengusaha UMKM, dalam hal standardisasi dan sertifikasi bagi produk UMKM dengan tagline “Go Standar, Go Digital, Go Ekspor”.

Ia mengatakan, adapun untuk kegiatan pada Kampus UKM dalam setiap jenjang programnya, meliputi webinar, bimtek, asistensi dan sertifikasi, kertas kerja, dan studi kasus.

“Semuanya selalu dilakukan kurasi pada awal kegiatan guna mendorong komitmen dan keseriusan pengusaha UKM dalam mengikuti program,” katanya.

Standardisasi terhadap proses produksi dan digitalisasi produk pun dilakukan untuk penetrasi pasar serta menyiapkan produk dalam memasuki pasar global (ekspor).

Hal itu juga didukung dengan upaya mempertemukan pengusaha UKM terpilih dengan calon pembeli (buyer) melalui program Onsite Business Matching (OBM).

Onsite Business Matching pada tahun 2024 dilaksanakan sebanyak dua kali, dengan tahap pertama dilaksanakan pada September 2024 dan tahap kedua dilaksanakan pada Desember 2024.

OBM tahap pertama diikuti oleh 34 peserta UMKM dengan 9 buyer yang berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Afrika Selatan, Jerman, dan Arab Saudi. Sedangkan OBM tahap kedua diikuti oleh 30 peserta UMKM dengan 12 buyer berasal dari Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Hongkong, dan Uni Emirat Arab.

Hasil kegiatan OBM tersebut yang telah dibukukan dalam bentuk Sales Contract (SC) pada OBM tahap pertama senilai 41.800 dolar AS dengan jumlah 29 Sales Contract, dan OBM tahap kedua senilai 570.360 dolar AS dengan jumlah 24 Sales Contract. Sehingga total transaksi pada OBM tahun 2024 senilai 612.160 dolar AS atau senilai lebih dari Rp9,79 miliar.

Sementara itu, Wamen Helvi juga secara simbolis melakukan pelepasan ekspor 22 produk UMKM ke Filipina pada Kamis (20/2).

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, mengatakan pengiriman ekspor perdana ini tidak terlepas dari dukungan kolaboratif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam pembiayaan.

Baca juga: Wamen Helvi: Ada proses verifikasi buat UMKM kelola tambang

Baca juga: Kementerian UMKM dorong hilirisasi komoditas gambir

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |