Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tarawih pertama Ramadhan 1446 Hijriah di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, pada Jumat, yang membawa pesan kepada seluruh umat untuk saling menjaga kerukunan.
Puluhan pengurus PBNU pusat yang masih bersiaga di kantor setelah menunggu pengumuman 1 Ramadhan tampak mengikuti jalannya tarawih dengan khidmat.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berpesan agar seluruh umat tetap saling menjaga kerukunan dan kedamaian, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
"Mari kita jaga kerukunan, mari kita jaga bersama-sama suasana ketenangan di tengah-tengah masyarakat. Mudah-mudahan semangat toleransi, kebersamaan meningkat, serta kepedulian kita terhadap mereka yang membutuhkan perhatian kita juga meningkat," katanya.
Ia juga berharap seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadhan senantiasa diberikan kesehatan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
"Mudah-mudahan semuanya diberi kesehatan, dan bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, dengan khusyuk, sekaligus nanti juga punya dampak sosial yang sangat besar," ujar dia.
Ia juga mengemukakan, bulan puasa menjadi momen untuk saling peduli dengan kesejahteraan sesama umat.
"Mudah-mudahan dengan puasa ini memperkuat kerukunan kita, kemakmuran dan kesejahteraan kita juga terus meningkat," ucapnya.
PBNU menetapkan malam ini sebagai malam satu Ramadhan 1446 H berdasarkan pengamatan rukyah hilal di Aceh.
Baca juga: Presiden ucapkan selamat berpuasa untuk seluruh umat Muslim Indonesia
"PBNU menetapkan besok kita mulai puasa. Tadi sekitar waktu maghrib di Aceh, itu rukyah yang dikirim ke Aceh telah mengaku melihat hilal dan sudah disumpah oleh hakim agama yang berlokasi di sana, kemudian sudah diisbatkan oleh Aceh dan telah menerima bahwa malam ini sesuai dengan hasil rukyah dinyatakan masuk tanggal 1 Ramadhan," kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Sirril Wafa di Jakarta, Jumat.
Baca juga: PBNU tetapkan malam ini telah masuk 1 Ramadhan 1446 H
Sirril mengemukakan, sebagaimana pedoman Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), hasil rukyah digunakan sebagai landasan untuk menentukan awal bulan Hijriah.
"Saya menyampaikan Marhaban ya Ramadhan, mudah-mudahan keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar dia.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025