Peskov: Kremlin berupaya jalin dialog dengan lebih banyak negara

4 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seusai perundingan putaran kedua antara diplomat Rusia dan AS, pada Jumat (28/2) menyatakan bahwa Rusia ingin membangun dialog yang saling menghormati dan menguntungkan dengan semua negara.

Pada Kamis (27/2), diplomat Rusia dan AS bertemu di Istanbul dalam pertemuan yang berlangsung selama enam setengah jam untuk membahas normalisasi hubungan bilateral kedua negara.

Ketika ditanya dalam konferensi pers di Moskow mengenai perubahan hubungan dengan AS, Peskov mengatakan, "Bukan hanya dengan Amerika, tetapi dengan semua negara, kami ingin membangun dialog berdasarkan rasa saling menghormati dan saling menguntungkan,

Namun, ia menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait isi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut perundingan itu "substansial dan bersifat profesional", serta mengungkapkan topik pembahasan mencakup kemungkinan dimulainya kembali penerbangan langsung antara Rusia dan AS. Dialog antara kedua negara pun akan terus berlanjut.

Terkait pertemuan putaran kedua itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perundingan tersebut "menginspirasi harapan tertentu"

Kontak diplomatik antara Moskow dan Washington semakin intensif setelah percakapan telepon antara Putin dan Presiden AS Donald Trump pada 12 Februari.

Putaran pertama perundingan tingkat tinggi berlangsung di Riyadh pada 18 Februari, dengan kedua pihak menyatakan bahwa diskusi terutama berfokus pada normalisasi hubungan diplomatik dan operasional kedutaan mereka. Namun, perang di Ukraina juga turut dibahas dalam pertemuan itu.

Sementara itu, dalam perundingan putaran kedua, isu Ukraina tidak masuk dalam agenda pembahasan.

Pada Jumat, Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, di mana mereka diperkirakan akan menandatangani perjanjian terkait logam tanah jarang Ukraina.

Ketika dimintai tanggapan mengenai pertemuan tersebut, Peskov mengatakan, "Mari kita tunggu hasil pembicaraan hari ini dan pernyataan yang akan menyusul".

Selain itu, ia juga merespons pernyataan kepala intelijen militer Swedia, yang menyerukan penguatan pertahanan negara tersebut dan persiapan militer untuk kemungkinan konflik dengan Rusia.

Peskov menegaskan bahwa militer Rusia "mengamati dengan sangat cermat" aktivitas Swedia dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan "mengambil langkah-langkah yang sesuai".

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS dan Rusia bahas stabilisasi operasional misi diplomatik di Istanbul

Baca juga: Rusia, AS sepakat selesaikan masalah misi diplomatik

Baca juga: AS uraikan tahapan solusi hubungan dengan Rusia dan soal Ukraina

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |