Wamen P2MI apresiasi evakuasi WNI, pekerja migran dari Iran

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri RI memfasilitasi evakuasi warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua pekerja migran Indonesia (PMI), dari Iran.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI yang telah memfasilitasi pemulangan WNI dari Iran, termasuk dua pekerja migran Indonesia. Keselamatan warga negara, termasuk PMI, menjadi prioritas pemerintah," katanya dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (11/3).

Upaya pemulangan WNI dilakukan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, terutama akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Christina mengatakan langkah evakuasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan keselamatan WNI di luar negeri, termasuk pekerja migran.

Sebanyak 32 WNI akan dievakuasi secara bertahap dari Iran. Mereka terdiri atas 10 pekerja profesional, satu pengajar atau jurnalis, 14 pelajar atau mahasiswa, dua pekerja migran Indonesia, serta lima wisatawan.

Dua pekerja migran tersebut adalah Ali Husein dan Tetap Segar. Keduanya berasal dari Jawa Barat dan bekerja di sektor manufaktur serta tiba di Indonesia dari Iran pada 10 Maret 2026.

"Berdasarkan koordinasi dengan Direktorat Pelindungan WNI Kemlu, kedua pekerja migran ini juga pernah dievakuasi tahun lalu," kata Christina.

Berdasarkan rilis Kementerian Luar Negeri, evakuasi WNI dari Iran dilakukan dalam dua tahap.

Sebanyak 22 orang pada tahap pertama telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa setelah menempuh perjalanan dari Baku, Azerbaijan.

Sementara itu, 10 WNI lainnya dijadwalkan tiba pada tahap kedua pada Rabu.

Christina menegaskan bahwa meski Iran bukan negara penempatan resmi pekerja migran Indonesia, pemerintah tetap memberikan pelindungan kepada seluruh WNI di wilayah tersebut.

"Meski Iran bukan negara penempatan resmi PMI, pemerintah tetap hadir untuk memastikan setiap warga negara Indonesia mendapatkan pelindungan, terutama dalam situasi darurat seperti konflik," ujarnya.

Ia menambahkan Kementerian P2MI terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan RI di Timur Tengah untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan PMI tetap mendapat pelindungan.

"Koordinasi lintas kementerian dan dengan perwakilan RI di luar negeri terus dilakukan untuk memastikan kondisi WNI, termasuk PMI, tetap terpantau dengan baik," kata Christina.

Berdasarkan data KBRI Teheran, saat ini tercatat sekitar 329 WNI berada di Iran. Mayoritas berstatus pelajar atau mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom, sementara sisanya merupakan pekerja serta ekspatriat.

Baca juga: Kementerian P2MI luncurkan KUR permudah penempatan calon PMI
Baca juga: Wamen Christina gali peluang pendidikan vokasi PMI di Jerman

Pewarta: Katriana
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |