Visi "UKI EMAS" fokus cetak lulusan berdaya saing global

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta berkomitmen mengembangkan kampus melalui visi "UKI EMAS" untuk mencetak lulusan berdaya saing global.

"Arah kebijakan UKI kami rumuskan dalam visi UKI unggul menjadi 'UKI EMAS'. Ini menjadi kompas transformasi pada nilai Kristian, komitmen pelayanan dan Pancasila," kataRektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta Profesor Angel Damayanti di Auditorium Graha William Soeryadjaya UKI Jakarta, Jakarta Timur, Jumat.

Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing lulusan serta memperluas peran UKI di tingkat nasional dan internasional.

Angel menjelaskan, gagasan "UKI EMAS" lahir dari refleksi atas capaian kampus selama ini dan tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan.

"Waktu rapat kerja tahun lalu, muncul pertanyaan besar, setelah UKI dinilai unggul, kita mau kemana? Dari situ muncul gagasan 'UKI EMAS' sebagai arah pengembangan kampus," ujar Angel.

Baca juga: Rektor UKI soroti pentingnya kesiapan hadapi perjanjian tarif RI-AS

Pada awalnya, konsep "EMAS" dimaknai sebagai simbol nilai tinggi, layaknya harga emas yang terus meningkat. Hal tersebut dimaknai sebagai harapan agar UKI memiliki daya jual yang kuat di tengah persaingan perguruan tinggi.

"Yang terlintas di kepala saya waktu itu, emas nilainya terus naik. Artinya UKI juga harus punya nilai jual tinggi, terutama dari kualitas lulusannya," katanya.

Seiring perjalanannya waktu, konsep tersebut kemudian dirumuskan menjadi empat pilar utama, yakni "EMAS" (Empowerment, Meaningful, Agile dan Sustainable)

Pilar pertama, yakni "Empowerment", menekankan penguatan kapasitas seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus. UKI menempatkan pengembangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai prioritas utama.

"Untuk bisa berdaya, semua SDM harus kita kembangkan. Dosen harus terus meningkatkan kompetensinya, tenaga kependidikan profesional dan mahasiswa dibekali kemampuan yang relevan dengan zaman," katanya.

Baca juga: TGB sampaikan harmonisasi keberagaman di UKI Jakarta

Melalui pilar ini, UKI akan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan riset, serta pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Pilar kedua, yakni "Meaningful", menegaskan bahwa UKI tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga dampak sosial.

"Setelah berdaya, UKI harus bermakna. Harus berdampak bagi masyarakat, gereja, bangsa, bahkan dunia," ujar Angel.

Dalam konteks ini, pengabdian kepada masyarakat, riset terapan, serta program pemberdayaan komunitas akan diperkuat agar kehadiran UKI benar-benar dirasakan manfaatnya.

Pilar ketiga, yakni "Agile", yang menuntut UKI untuk adaptif, gesit dan responsif terhadap perubahan.

Baca juga: Sephia Jangkup, dokter perempuan pertama dari suku Amungme

Menurut Angel, dinamika global, perkembangan teknologi, serta kebutuhan industri menuntut perguruan tinggi untuk terus bergerak cepat membaca peluang.

"UKI harus lincah melihat peluang kerja sama, baik dengan alumni, mitra nasional, maupun internasional. Kita tidak boleh pasif," katanya.

Kerja sama tersebut meliputi program magang, pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif hingga pengembangan inovasi bersama dunia usaha dan industri.

Uny pilar keempat, yakni "Sustainable", menekankan pentingnya keberlanjutan institusi dalam jangka panjang.

"Bukan hanya soal lingkungan dan 'Sustainable Development Goals", tetapi juga bagaimana UKI mandiri secara finansial, tata kelolanya sehat, dan terus berkembang," ujar Angel.

Baca juga: UI Papua-UKI Jakarta kerja sama dukung Kampus Merdeka

Dalam pilar ini, UKI mengembangkan konsep "eco-smart campus" yang mengintegrasikan teknologi digital, efisiensi energi, dan kepedulian lingkungan.

Selain itu, Angel menegaskan, salah satu tujuan utama "UKI EMAS" adalah mencetak lulusan yang memiliki daya saing global, berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi.

Untuk itu, UKI akan memperkuat pembelajaran berbasis praktik, memperluas akses magang, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam riset dan pengabdian masyarakat, penguatan literasi digital, kemampuan bahasa asing serta "soft skills" dalam strategi pengembangan mahasiswa.

"Kampus juga harus ramah lingkungan, efisien, dan tetap modern. Itu bagian dari tanggung jawab kita terhadap generasi mendatang," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan UKI, David Maruhum Lumban Tobing menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan kampus, khususnya dalam memperkuat mutu pendidikan dan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat.

David menjelaskan, UKI merupakan salah satu universitas swasta tertua di Indonesia dan dikenal memiliki keunggulan di Fakultas Kedokteran.

Baca juga: UKI bantu warga jaga imun beri sarapan dan vitamin gratis

Sejak awal berdiri, UKI telah menjadi pionir dalam pengembangan pendidikan kedokteran, sekaligus mengembangkan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Menurut dia, sebagai badan penyelenggara, yayasan memiliki peran strategis dalam menopang seluruh aktivitas akademik dan nonakademik di lingkungan kampus, termasuk rumah sakit pendidikan.

Dukungan tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, infrastruktur hingga pengembangan kelembagaan.

David juga menegaskan dukungan yayasan terhadap kepemimpinan Rektor UKI, Prof Angel Damayanti. Terpilihnya Prof Angel menjadi momentum penting untuk mendorong kemajuan universitas di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi.

"Yayasan sangat mendukung terpilihnya Prof Angel dan kami akan mempersiapkan berbagai hal yang penting untuk memajukan UKI," kata David.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |