Jakarta (ANTARA) - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) mendorong peningkatan literasi dan pengelolaan sampah organik melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Program itu diwujudkan melalui revitalisasi Taman Baca dan edukasi pengelolaan sampah organik melalui penggunaan drum komposter dan budi daya lalat tentara hitam atau "Black Soldier Fly" (BSF) di Blok Cumi, Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Ketua Tim PkM Nur Fajriah dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan, program itu dirancang tidak hanya untuk memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan kegiatan secara mandiri dan berkelanjutan.
"Melalui revitalisasi taman baca, kami berharap masyarakat, khususnya anak-anak memiliki ruang belajar yang nyaman dan dapat meningkatkan budaya literasi," ujarnya.
Sementara itu, edukasi pengelolaan.sampah organik diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mengolah sampah sejak dari sumbernya, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan hasil olahannya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PkM yang digelar pada 30–31 Juli 2026 itu melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Teknik Industri UPNVJ, yaitu Achmad Fikri Ramadhan, Alyssa Fitriani, Anastasya Putri Wahyudi Uloli, Mohammad Zidane, Muhammad Rivi Radithya Batubara, Reyza Caesar Sidqi, dan Rifat Khadafi. Serta dua dosen, yakni Mohammad Rachman Waluyo dan Fajaria Nurcandra.
Revitalisasi taman baca dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan saung baca, pembuatan gapura serta plang identitas taman baca.
Tim juga melengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang diberikan, seperti rak buku, karpet, dan koleksi buku bacaan anak, sehingga diharapkan mendukung kegiatan literasi masyarakat dan menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.
Tak hanya itu, kata Nur Fajriah, pihaknya juga mengedukasi masyarakat tentang cara memilah dan mengelola sampah organik dari rumah tangga.
Sebanyak 30 warga Desa Pabean Udik mengikuti sosialisasi tentang pentingnya memilah sampah organik sejak dari rumah, jenis sampah yang dapat dan tidak dapat diolah, cara menggunakan drum komposter, serta pemanfaatan hasil pengomposan berupa pupuk organik cair dan kompos padat.
Selain pengolahan sampah menggunakan drum komposter, tim mendemonstrasikan budi daya maggot sebagai alternatif pengolahan sampah organik.
Menurut dia, warga mempelajari tahapan budi daya mulai dari.persiapan media budi daya, pemberian pakan, perawatan, hingga pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak dan residu budi daya yang dikenal sebagai kasgot sebagai pupuk organik.
"Demonstrasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya dapat membantu mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Nur Fajriah.
Untuk mengukur efektifitas, tim melakukan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Peserta aktif mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan penggunaan drum komposter secara langsung.
Program itu merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat serta mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih efektif melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kami harap revitalisasi taman baca dan program pengelolaan sampah organik dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Pabean Udik. Sehingga, dapat memperkuat budaya literasi serta mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," paparnya.
Baca juga: UPNVJ hormati proses "judicial review" dosen di MK
Baca juga: Sengketa status dosen UPNVJ, pakar ingatkan asas non-retroaktif
Baca juga: Mendikdasmen tinjau pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UPN Veteran Jakarta
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































