Istiqlal Global Fund luncurkan program inkubator bisnis perkuat UMKM

1 hour ago 7

Jakarta (ANTARA) - Salah satu lembaga di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Istiqlal Global Fund (IGF), meluncurkan Inkubator Bisnis Strategis sebagai langkah memperkuat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa naik kelas.

“Melalui Inkubator Bisnis IGF kami menyediakan wadah pembinaan yang jauh lebih sistematis. Kami tidak hanya mengasah kemampuan berbisnis, tetapi juga melakukan transformasi pola pikir,” ujar Direktur Utama Istiqlal Global Fund (IGF) Ahsanul Haq dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ahsanul mengatakan Inkubator Bisnis IGF hadir sebagai pusat pendampingan usaha yang terstruktur secara menyeluruh.

IGF memberikan fasilitas intensif mulai dari penguatan manajemen bisnis, peningkatan mutu dan kualitas produk, akselerasi adaptasi digital, pengurusan pendampingan sertifikasi halal bersama dengan Istiqlal Halal Center, hingga membuka akses pasar yang lebih luas untuk mendongkrak daya saing produk lokal.

Baca juga: Menteri Jerman: Istiqlal-Katedral contoh toleransi agama bagi dunia

Menurut dia, ekosistem UMKM di bawah binaan IGF terus mencatatkan pertumbuhan yang sangat positif. Pada fase awal, jumlah pelaku usaha yang bergabung dan menerima fasilitas sertifikasi halal berkisar di angka 120 peserta. Kini, angka tersebut melonjak tajam sebesar 200 persen menjadi sekitar 360 UMKM binaan.

“Lonjakan jumlah peserta ini menjadi bukti nyata tingginya komitmen dan motivasi para pelaku UMKM untuk meningkatkan skala usaha mereka. Aspek kreativitas, higienis, kerapian, keamanan produk pangan, serta kecakapan digital menjadi pilar utama dalam kurikulum inkubasi kami,” kata Ahsanul.

Sebagai bagian dari masjid negara dan salah satu yang terbesar di dunia, IGF berkomitmen menjadikan tata kelola ekonomi berbasis tempat ibadah di Masjid Istiqlal ini sebagai pelopor sekaligus percontohan nasional.

Model pemberdayaan ekonomi sektor kuliner dan kewirausahaan yang dikembangkan IGF ini siap direplikasi secara masif ke berbagai wilayah. Keberhasilan replikasi awal telah dibuktikan di Masjid Arief Rahman Hakim, Kampus Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat.

Ke depan, kata dia, IGF membuka peluang kolaborasi yang luas bagi pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk menduplikasi ekosistem usaha tersebut.

Baca juga: OJK tanggapi wacana Masjid Istiqlal masuk Bursa lewat wakaf produktif

“IGF siap memberikan pendampingan teknis agar pelaku usaha lokal tidak harus berpusat di Istiqlal, melainkan dapat tumbuh subur dan menggerakkan roda ekonomi di lingkungan masjid terdekat dari tempat tinggal mereka,” katanya.

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi, mengatakan langkah IGF tersebut membantu para pelaku usaha bisa naik kelas.

“Kerja konkret ini sangat membantu dan implementatif dari program Kementerian UMKM. Program ini mengena di segala sektor anak bangsa karena berkonsep inklusif untuk semua. Keberhasilan inklusivitas ini terlihat jelas di lapangan, di mana ada banyak masyarakat yang menikmati kuliner di sini datang dari sebelah (Gereja Katedral),” ujarnya.

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, mengatakan standardisasi di Zona Khas Istiqlal memegang peranan krusial dalam menjamin produk konsumsi masyarakat.

“Langkah pembinaan IGF sangat tepat, karena produk kuliner umat tidak hanya wajib memenuhi kriteria halal, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ketat,” kata dia.

Baca juga: Menag: Terowongan Silaturahim simbol toleransi yang perlu mendunia

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |