Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT menggandeng pakar dari Universitas Miyazaki, Jepang, guna meningkatkan kapasitas diagnostik rabies di Nusa Tenggara Timur melalui program pelatihan laboratorium bagi tenaga kesehatan hewan.
Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale, kepada wartawan di Kupang, Selasa mengatakan pelatihan bertajuk Rabies Diagnostic Training Program itu digelar melalui kerja sama Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana dengan Center for Animal Disease Control (CADIC) Universitas Miyazaki, Jepang, untuk meningkatkan kapasitas deteksi virus rabies pada hewan.
“Kolaborasi internasional ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan hewan yang berdampak langsung pada keselamatan manusia,” katanya.
Dia menjelaskan pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi bagian dari komitmen Undana untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam pengendalian rabies yang masih menjadi tantangan besar di NTT.
Baca juga: Gubernur ajak semua pihak kolaborasi kendalikan rabies di NTT
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas laboratorium dan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mempercepat respons penanganan kasus rabies di daerah.
Dekan FKKH Undana Dr. dr. Christina Olly Lada, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan implementasi lanjutan dari kerja sama akademik antara FKKH Undana dan CADIC Universitas Miyazaki yang telah berlangsung sejak 2022.
Menurut dia, penguatan kemampuan diagnostik sangat penting dalam mendukung sistem surveilans dan pengendalian rabies secara lebih efektif di wilayah kepulauan seperti NTT.
“Kami mengapresiasi dukungan para pakar dari Jepang dalam penguatan riset dan kapasitas diagnostik kesehatan hewan. Harapannya kemampuan deteksi yang lebih cepat dan akurat dapat mempercepat respons di lapangan,” ujarnya.
Direktur CADIC Universitas Miyazaki Prof. Ayako Yoshida mengatakan pihaknya membawa pengalaman panjang dalam pelatihan diagnostik penyakit hewan di Jepang untuk dibagikan kepada para peneliti dan tenaga kesehatan hewan di Indonesia.
Baca juga: Menko PMK: BNPB segera bentuk satgas darurat rabies di NTT
Fokus pelatihan ini adalah penguasaan teknik deteksi virus rabies secara cepat dan tepat melalui metode diagnostik laboratorium.
Selain Yoshida, pelatihan tersebut menghadirkan pakar Veterinary Public Health Prof. Kentaro Yamada serta peneliti dari Japan Institute for Health Security Dr. Akitoyo Hotta.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung teknik diagnostik rabies di Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT.
Program pelatihan yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini melibatkan sinergi antara akademisi Undana, pakar internasional, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan NTT.
Baca juga: Kabupaten Sikka di NTT KLB rabies
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































