Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat modernisasi transportasi darat melalui penguatan kolaborasi internasional untuk mempercepat digitalisasi, meningkatkan keselamatan, memperkuat konektivitas dan mendukung sistem transportasi berkelanjutan menghadapi tantangan global.
"Pengembangan ekosistem transportasi darat tersebut merupakan upaya untuk dapat bertahan dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan hal itu dalam pembukaan pertemuan The 35th ASEAN Land Transport Working Group (LTWG) di Jakarta.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mewakili Pemerintah Indonesia sebagai Chairman dan host pertemuan ASEAN LTWG, mendorong untuk memperkuat kerja sama negara-negara ASEAN dalam sektor transportasi darat guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Aan menyampaikan saat ini transportasi darat berada pada titik krusial, karena dianggap sebagai tulang punggung perdagangan domestik, rantai pasokan global dan pergerakan ekonomi sehari-hari.
Namun, kata dia, dinamika global saat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan masing-masing negara.
Dia menuturkan selama beberapa tahun ke belakang, perubahan geopolitikal telah menghadapkan berbagai negara pada tantangan yang berat, seperti harga bahan bakar yang fluktuatif sebagai akibat dari terhambatnya perdagangan global, kelemahan transisi energi dan perubahan iklim.
"Karena itu strategi nasional yang terisolasi tidaklah cukup, untuk melindungi rantai pasokan global dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi global, ASEAN harus merespons sebagai komunitas yang bersatu, terkoordinasi dan mampu beradaptasi,” ucap Aan.
Baca juga: Kemenhub prioritaskan program keselamatan hingga SAUM pada 2027
Baca juga: Kemenhub perkuat keselamatan angkutan darat di libur sekolah
Dia menegaskan negara-negara ASEAN perlu membangun ekosistem transportasi darat yang lebih tangguh dengan mengedepankan efisiensi, konektivitas, meningkatkan standar keselamatan, keberlanjutan, hingga modernisasi transportasi di tengah ketidakpastian global.
Karena itu, dia menilai pertemuan itu tepat karena menunjukkan kesempatan untuk mempercepat implementasi ASEAN Transport Sectoral Plan (ATSP) 2026-2030 yang berisikan peta jalan terperinci untuk upaya bersama selama lima tahun mendatang.
"ATSP mengarahkan kita untuk memperkuat konektivitas regional melalui sistem transportasi darat yang lebih aman, lebih efisien, terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.
Aan melanjutkan, ke depannya kerja sama sektor transportasi darat di ASEAN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital hingga mobilitas yang berkelanjutan.
Hal tersebut sesuai dengan agenda pembahasan dalam pertemuan ini, mulai dari pembahasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk kendaraan otonom, digitalisasi transportasi publik, sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).
“ATSP juga mendorong kita untuk memperhitungkan masa depan mobilitas. Terlepas dari pembangunan infrastruktur, kerja sama kita diharapkan dapat terus bertumbuh dan berfokus pada transformasi digital, inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas transportasi,” katanya.
Selain itu, Indonesia turut menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda transportasi bersama ASEAN, salah satunya melalui implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK).
Aan mengatakan, hal tersebut merupakan kontribusi untuk keberlangsungan kerja sama regional di ASEAN dalam memperkuat ekosistem transportasi darat.
Ia menambahkan pihaknya terus memperkuat keselamatan jalan melalui implementasi RUNK, memperluas pemakaian Intelligent Transport Systems (ITS) untuk meningkatkan pengaturan lalu lintas dan efisiensi angkutan barang, modernisasi layanan transportasi publik yang terintegrasi dan lebih berkelanjutan.
"Serta mempercepat transisi transportasi rendah emisi, termasuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik,” katanya.
Baca juga: Menhub menegaskan cabut izin operator KMP Mutiara bila terbukti lalai
Baca juga: Kemenhub sebut ETLE Hub tersebar di 51 titik pantau demi tekan ODOL
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































