Tokyo menaikkan subsidi pembelian kendaraan listrik dan hibrida

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Metropolitan Tokyo di Jepang menaikkan subsidi dalam pembelian kendaraan listrik dan hibrida guna mendorong lebih banyak warganya beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.

Menurut siaran Carscoops pada Selasa, dalam skema yang baru nilai subsidi dalam setiap pembelian kendaraan listrik dan hibrida masing-masing meningkat 300.000 yen (sekitar Rp33,6 juta) menjadi total 1,3 juta yen (sekira Rp145 juta) untuk kendaraan listrik dan 1,15 juta yen (sekitar Rp128 juta) untuk kendaraan hibrida.

Program subsidi tersebut terbuka bagi individu maupun pelaku usaha dan tanpa batasan jumlah kendaraan yang memenuhi syarat subsidi.

Tokyo juga mempertahankan penerapan kebijakan insentif yang sudah dijalankan, termasuk pemberian dana 100.000 yen (sekitar Rp11 juta) dalam pembelian mobil yang dilengkapi kemampuan menyalurkan daya listrik dari kendaraan ke perangkat lain.

Di samping itu, pemerintah menyediakan subsidi 100.000 yen untuk biaya pemasangan perangkat pengisian dan penyaluran daya serta memberikan tambahan dana 150.000 yen (sekitar Rp16 juta) bagi pemilik kendaraan yang menggunakan listrik dari penyedia energi dengan sumber 100 persen energi terbarukan.

Baca juga: Insentif EV yang mencakup ekosistem komponen bisa dorong investasi

Pembeli kendaraan elektrik dan hibrida di Tokyo juga bisa mendapatkan subsidi tambahan hingga 300.000 yen (sekitar Rp33 juta) jika rumah atau tempat kerja mereka menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi.

Namun, besaran insentif tambahan yang disediakan oleh pemerintah tidak seluruhnya sama untuk setiap merek kendaraan listrik.

Menurut laporan Nikkei Asia, pembeli kendaraan listrik buatan Toyota, Nissan, dan Honda bisa memperoleh subsidi tambahan 400.000 yen atau sekitar Rp44 juta.

Pembeli kendaraan Mitsubishi, BMW, Mercedes-Benz, dan Tesla hanya bisa mendapatkan insentif tambahan 300.000 yen atau sekitar Rp33 juta.

Nilai subsidi tambahan bagi pembeli kendaraan listrik BYD lebih rendah, hanya 100.000 yen atau sekitar Rp11 juta, sedangkan pembeli kendaraan Daihatsu saat ini tidak mendapatkan tambahan subsidi.

Baca juga: Pakar sebut kendaraan listrik BEV efektif tekan beban subsidi energi

Produsen kendaraan elektrik yang memenuhi kriteria juga bisa memperoleh insentif tambahan dari pemerintah Tokyo.

Insentif tambahan antara lain diberikan kepada produsen yang menjual sedikitnya 60 kendaraan tanpa emisi baru di wilayah Tokyo sepanjang 2025. Ada pula insentif hingga 200.000 yen atau sekitar Rp22 juta untuk kategori "transformasi hijau."

Subsidi dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dapat digabungkan dengan insentif dari pemerintah pusat Jepang, yang menyediakan bantuan hingga 1,3 juta yen atau sekitar Rp145 juta.

Subsidi pemerintah Jepang nilainya berbeda-beda. Pembeli kendaraan yang menggunakan baterai buatan Jepang mendapatkan bantuan paling besar, sedangkan pembeli kendaraan BYD buatan China mendapat subsidi minimal sebesar 150.000 yen (sekitar Rp16 juta).

Penerapan kebijakan subsidi dalam pembelian kendaraan listrik dan hibrida ditujukan untuk membantu meningkatkan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Di Jepang, selama tahun 2025 penjualan kendaraan listrik baru mencakup sekitar 1,6 persen dari keseluruhan penjualan mobil baru.

Baca juga: AISMOLI usulkan penerapan insentif kendaraan listrik multi-tahun

Baca juga: Korea Selatan pertimbangkan pemotongan subsidi kendaraan listrik

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |