Trump tidak menutup kemungkinan perundingan dengan Iran

3 hours ago 2

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mengatakan bahwa ia tidak sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan untuk melakukan perundingan dengan Iran.

“Itu mungkin saja, tergantung pada syaratnya, mungkin saja, hanya mungkin... Anda tahu, sebenarnya kita tidak perlu lagi berbicara, jika benar-benar dipikirkan, tetapi itu mungkin,” kata Trump kepada Fox News ketika ditanya mengenai kemungkinan tersebut.

Presiden juga mengatakan bahwa ia tidak percaya Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang telah diangkat sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, “dapat hidup dengan damai.”

Pada Senin, Trump mengatakan ia “kecewa” dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan “preemptif” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka segera menunjukkan secara jelas bahwa ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dibunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Iran tegaskan tak ada ruang untuk diplomasi

Baca juga: Trump didesak cari jalan keluar dari konflik Iran

Baca juga: Trump: masih jauh dari perintah pasukan darat AS masuk ke Iran

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |