Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (8/4), mengatakan bahwa penghentian permusuhan di Lebanon tidak termasuk dalam bagian perjanjian gencatan senjata antara Amerika dan Iran karena adanya Hizbullah dan situasi di Lebanon merupakan "konflik terpisah".
"Ya, mereka (Lebanon) tidak termasuk dalam kesepakatan itu, karena ada Hizbullah. Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan itu. Itu juga akan diurus," kata Trump kepada PBS News menjawab pertanyaan mengapa Lebanon masih menjadi sasaran serangan.
Ketika ditanya lebih lanjut apakah ia menyetujui Israel melanjutkan serangannya terhadap milisi tersebut, Trump mengklaim bahwa itu adalah bagian dari "pertempuran kecil yang terpisah".
Baca juga: Istana: Belum ada keputusan penarikan pasukan TNI dari UNIFIL
Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan dimulainya serangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi yang terjadi.
Sebelumnya, Kantor Berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Iran dapat menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan AS jika Israel melanjutkan serangannya terhadap Lebanon.
Kantor Berita Fars lebih lanjut juga melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Serangan Israel di Lebanon selatan tewaskan 8 orang dan 28 terluka
Baca juga: Tentara Israel tahan penjaga perdamaian PBB di Lebanon
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































