BNPB minta warga tetap waspada meski banjir di Manokwari-Lombok surut

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meski banjir yang melanda Kabupaten Manokwari di Papua Barat dan Kabupaten Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat, sudah berangsur surut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa kondisi cuaca masih berpotensi memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya sebagaimana mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada awal April, sementara wilayah lainnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi termasuk wilayah Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk itu, Abdul mengingatkan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melakukan pengecekan rutin tanggul sungai serta membersihkan saluran air guna mencegah banjir saat hujan deras.

Baca juga: Tim SAR Manokwari evakuasi 100 warga terdampak banjir

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan banjir di Manokwari terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Distrik Manokwari Barat, Manokwari Selatan, dan Masni pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.

Sebanyak 30 unit rumah terdampak dan menyebabkan 30 kepala keluarga dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi berangsur normal pada Rabu (8/4).

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang merendam 34 unit rumah di Desa Sukarare dan Puyung, Kecamatan Jonggat, serta berdampak pada 136 warga.

Baca juga: BNPB: NTB dilanda banjir akibat hujan deras selama dua hari beruntun

BNPB menyebutkan kondisi banjir di Lombok Tengah juga telah surut pada Rabu (8/4), setelah sebelumnya BPBD setempat melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |