Trump sebut AS akan bantu atasi penumpukan lalu lintas Selat Hormuz

9 hours ago 3
Kami hanya akan berada di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya akan membantu mengatasi penumpukan lalu lintas kapal di Selat Hormuz setelah terjadi gencatan senjata selama dua pekan yang baru disepakati dengan Iran.

"Akan ada banyak aksi positif! Banyak uang akan dihasilkan. Iran bisa memulai proses rekonstruksi," kata Trump di platform Truth Social.

Dia mengatakan bahwa AS akan memuat segala jenis pasokan komoditas.

"Kami hanya akan berada di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambahnya.

Baca juga: Kebijakan Trump sebabkan 1.100 warga Afganistan terjebak di kamp Qatar

Sebelum menyetujui penangguhan serangan dan pengeboman terhadap Iran selama dua pekan, yang diumumkan pada Selasa (7/4), Trump memberi tenggat waktu kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai kesepakatan.

Dia menggambarkan tercapainya gencatan senjata itu sebagai potensi "Masa Keemasan Timur Tengah" dan memberi sinyal keterlibatan AS untuk terus mengamankan jalur maritim terpenting di dunia itu.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 1.400 korban, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran pun membalas dengan serangan pesawat drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump sebut Lebanon tak ikut gencatan senjata karena konflik terpisah

Baca juga: Trump klaim 'kemenangan penuh' setelah gencatan senjata Iran

Baca juga: Kilang minyak Iran di Pulau Lavan diserang

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |