Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa ia telah meminta kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak lagi menyerang ladang minyak dan gas di Iran.
"Ya, saya telah memperingatkannya (Netanyahu) agar tidak melakukan hal itu, dan ia tidak akan melakukannya, kata Trump kepada wartawan.
Trump juga mengatakan bahwa ia masih tetap akur dengan kepala otoritas Israel itu.
Sebelumnya pada Rabu (18/3), kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat telah menyerang fasilitas energi di ladang gas South Pars, yang terbesar di Iran, dan zona industri Asaluyeh, tempat gas diproses.
Kebakaran dilaporkan terjadi di Asaluyeh setelah tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan terkena serangan.
Trump mengatakan pada hari yang sama bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui rencana Israel melakukan serangan itu.
AS dan Israel mulai melakukan serangan di Iran pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan banyak korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian melakukan serangan balasan di wilayah Israel, serta sejumlah target militer AS di Timur Tengah.
Serangan tersebut, disebut AS dan Israel sebagai tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas keinginan melihat perubahan rezim kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump sebut tak perlu dukungan sekutu untuk amankan Selat Hormuz
Baca juga: Trump bahas perluasan operasi Israel di Lebanon, soroti Hizbullah
Baca juga: PBB menentang serangan AS-Israel ke ladang gas terbesar Iran
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































