Agam (ANTARA) - Khatib shalat Idul Ftiri 1447 Hijriah di daerah terdampak bencana Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mengajak warga untuk menjadikan Lebaran sebagai momentum untuk mengusir kesedihan dan menjauhkan gelisah.
“Pada kesempatan hari ini, kita usir kegelisahan di dalam hati dengan takbir, tahmid, dan tahlil,” kata Ustadz Hamdi saat memberikan khotbah Idul Fitri di daerah terdampak bencana banjir bandang Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat.
Ustadz Hamdi menyampaikan bahwa pada Lebaran tahun ini ada sebagian orang yang menyambut dengan berbahagia. Namun, di sisi lain ada yang bersedih hati, dari anak yang kehilangan orang tua, pasangan yang kehilangan pasangan, maupun jauh dari orang terkasih, karena keadaan ataupun meninggal dunia.
Baca juga: Warga huntara di Agam pertahankan Tradisi Marandang sambut Lebaran
Kendati ada kesedihan yang menyelimuti suasana Lebaran tahun ini, dirinya meminta agar jamaah shalat Idul Fitri untuk senantiasa bersyukur di hari yang mulia.
“Bersyukurlah kita kepada Allah SWT. Yang telah memberikan kesempatan hidup dan kesehatan kepada kita. Banyak saudara kita, sebenarnya ingin hadir bersama kita di hari yang mulia ini. Namun, apalah daya nikmat kesehatan telah Allah ambil,” ucapnya.
Lebih lanjut, Hamdi menyampaikan harapan agar Idul Fitri dirayakan secara lebih merata di kalangan masyarakat. Ia mengingatkan agar jangan sampai Lebaran ini bagaikan panas dalam belukar dengan yang kaya semakin kaya, dan memamerkan kekayaannya di hadapan masyarakat yang sengsara.
“Sedangkan yang fakir miskin menyambut hari raya dengan linangan air mata. Apabila hari raya Islam hanya digunakan untuk memperagakan kemewahan, bertambah tajamlah pertentangan batin antara yang punya dengan yang tak punya apa-apa,” tambahnya.
Baca juga: Perabotan serba ungu cara penyintas meriahkan Lebaran di huntara Agam
Baca juga: Penyintas bencana Agam pulang untuk bersihkan rumah sambut Lebaran
Masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, melaksanakan shalat Idul Fitri pada Jumat di lapangan terbuka.
Pelaksanaan di lapangan yang baru saja ditimbun dengan material yang terbawa banjir itu dipilih, karena masjid mereka hancur terkubur pascabencana yang melanda pada akhir November 2025.
Wali Jorong Labuah, Elbama mengatakan perayaan Lebaran tahun ini dilaksanakan secara sederhana tanpa kemeriahan, karena masyarakat masih dalam suasana duka. Warga Jorong Labuah terdiri atas 1.100 jiwa dan 310 kepala keluarga (KK). Sebanyak 78 rumah warganya rusak berat dan 11 lainnya rusak ringan.
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































