Depok (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi UI Prof Sandra Fikawati mengingatkan kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran jika tidak dikendalikan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Prof Sandra dalam keterangannya di Depok, Jumat.
Baca juga: Ini risiko pasien asam urat saat santap makanan khas Lebaran
Konsumsi makanan berlemak dan bersantan dalam jumlah besar membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat, sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti perut kembung, mual, sakit perut, hingga diare atau sembelit.
Ia menambahkan kue kering dan minuman manis yang dikonsumsi berlebihan juga dapat memicu lonjakan gula darah, terutama berbahaya bagi penderita atau orang yang berisiko diabetes.
Sementara itu, makanan tinggi lemak dan garam dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, serta risiko penyakit jantung dan stroke. Kalori berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan serta membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk.
Meski demikian, menikmati hidangan Lebaran tidak berarti harus mengorbankan kesehatan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Hidangan khas, seperti ketupat, opor ayam, gulai, atau rendang tetap dapat dinikmati, asalkan dalam porsi yang wajar.
Ambil makanan secukupnya, batasi konsumsi kue kering dan minuman manis, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.
Baca juga: Dosen Unair bagikan tips pola makan sehat selama Lebaran
Baca juga: Ragam makanan khas Lebaran di mancanegara
Cara ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.“Lebaran seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan. Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idul Fitri tanpa harus mengorbankan kesehatan,” katanya.
Selain mengatur porsi makan, penting untuk mencukupi kebutuhan air putih dan makan secara perlahan agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang, serta tetap melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki agar kebugaran dan keseimbangan energi terjaga. Ini dilakukan agar Lebaran dapat dirayakan bersama keluarga dalam kondisi tubuh yang sehat dan bugar.
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































