Jakarta (ANTARA) - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana memberikan sinyal positif bagi konsolidasi pemerintahan saat ini.
"Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP PIDP Megawati Soekarnoputri di Istana Negara merupakan hal positif bagi konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran," kata Achmad Baidowi, Pengajar Ilmu Pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Awiek sapaan akrab Achmad Baidowi, menyebut pertemuan tersebut bisa dilihat sebagai pengganti ketika Megawati tidak hadir dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan mantan presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu.
Menurut dia, kehadiran Megawati sekaligus dapat menepis anggapan bahwa partai yang dipimpinnya akan menjadi "gangguan" terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran setelah sebelumnya muncul kritikan dari partai tersebut terhadap program MBG, bahkan melarang kader partainya ikut dalam program tersebut.
Selain itu, kata dia, pertemuan kedua tokoh nasional itu semakin memperkuat stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah isu konflik Timur Tengah dan keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP-.
"Hanya dengan stabilitas pemerintahan yang kuat akan memberikan keleluasaan bagi presiden untuk menyukseskan agenda-agenda pembangunan nasional dan kebangsaan," katanya.
Ketua Bidang Organisasi Ikatan Doktor Alumni Ilmu Pemerintahan IPDN (IKADIP) itu menambahkan, poin penting dari pertemuan tersebut menegaskan bahwa hanya dengan persatuan maka pembangunan akan tercapai.
"Perbedaan sikap politik sudah selesai ketika pemilu, selebihnya setelah pemerintahan berjalan maka sekat-sekat politik itu harus dipupus," ujar Awiek.
Pada Kamis (19/3), Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, yang turut dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Presiden Prabowo (@prabowo), pertemuan tersebut dilakukan untuk melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa.
"Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka. Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa," tulis unggahan tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan forum ini akan membahas berbagai isu strategis, baik dalam konteks nasional maupun global.
Presiden, kata Seskab, berkeinginan menyerap secara langsung pandangan, pengalaman, dan masukan dari para tokoh bangsa guna memperkaya perspektif serta memperkuat arah kebijakan pemerintah ke depan.
"Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh tersebut," kata Seskab.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































