Jakarta (ANTARA) - Samsung dikabarkan berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam riset dan pengembangan (R&D) sehingga dapat memimpin kompetisi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang masif di industri teknologi khususnya industri semikonduktor.
Dikutip dari GSM Arena, Kamis (19/3) waktu setempat, laporan ini pertama kali disampaikan oleh Reuters yang menyebut besar nilai investasi itu mencapai 110 triliun won Korea (setara Rp1,2 kuadriliun).
Rencana ini diketahui dari pengajuan dokumen perusahaan yang juga mencakup langkah akuisisi dan merger yang signifikan dari Samsung ke perusahaan-perusahaan dengan bidang terkait seperti robotika, teknologi medis, elektronik otomotif, dan solusi pendingin udara.
Baca juga: Samsung Galaxy S27 dikabarkan bawa sensor kamera 200MP
Sebagai gambaran yang lebih jelas, sebelumnya Samsung telah menginvestasikan total 90,4 triliun won Korea untuk penelitian dan pengembangan AI di 2025.
Maka dari itu, besaran investasi terbaru menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang cukup signifikan sekitar 21 persen dan menjadi sinyal Samsung makin tertarik dalam pengembangan AI.
Selain upaya investasi, dalam memimpin kompetisi terkait AI, perusahaan asal Negeri Ginseng itu baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi AMD.
Kesepakatan itu menghasilkan keputusan Samsung memasok chip HBM4 kepada AMD yang direncanakan untuk digunakan di pusat data AI. Upaya ini menunjukkan langkah Samsung sebagai salah satu produsen chip memori terbesar di dunia.
Baca juga: Bocoran informasi harga Samsung Galaxy A37 dan A57 terungkap
Baca juga: Samsung bakal rilis ponsel lipat varian baru berlayar lebar 7,6 inci
Baca juga: Bocoran lengkap Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































