Aceh Timur, Aceh (ANTARA) - Penyintas bencana banjir di Desa Sijudo, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, merawat kebersamaan lewat aktivitas pembuatan kue Lebaran secara bersama-sama yang dilakukan para perempuan di desa itu.
"Setelah bencana, sering kami kumpul-kumpul untuk masak bersama dan kali ini menyambut Lebaran kami membuat kue bersama-sama," kata warga penyintas banjir, Zuraida saat ditemui ANTARA di Desa Sijudo, Jumat.
Baca juga: Muhammadiyah Aceh tetapkan 50 lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri
Zuraida bersama beberapa perempuan lainnya berkumpul untuk membuat kue timpan yang menjadi salah satu suguhan khas di desa itu saat Hari Raya Idul Fitri.
Kue timpan yang dibuat juga beragam, seperti timpan labu, timpan pisang, timpan kelapa, disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku.
Zuraida mengatakan bahwa kegiatan membuat kue timpan bersama-sama, selalu dilakukan menjelang Lebaran setiap tahun, selain membuat kue lainnya di rumah masing-masing.
Kali ini, aktivitas tersebut dilakukan dalam kondisi terbatas karena bencana banjir pada 26 November 2025, seperti akses untuk mendapatkan bahan baku yang harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi.
Dia mengatakan aktivitas membuat kue bersama juga menjadi momentum bagi warga, terutama para perempuan desa, untuk tetap menjaga kebersamaan dan tali persaudaraan setelah menghadapi bencana.
Baca juga: Penyintas bencana Aceh Timur jualan kue Lebaran untuk perbaiki ekonomi
Baca juga: Presiden Prabowo salurkan Rp72,75 miliar untuk Tradisi Meugang di Aceh
Dalam kebersamaan itu, mereka bisa saling menceritakan kondisi terkini di keluarga masing-masing serta bisa saling membantu juga ada keluarga yang mengalami kesulitan.
"Dengan ramai-ramai (masak bersama) begini kami juga lebih senang," katanya.
Zuraida menambahkan selain masak bersama, berbagai aktivitas lainnya sejauh ini mulai berangsur membaik berkat dukungan bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta lainnya.
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































