- Sabtu, 27 Juni 2026 18:09 WIB
Seorang pemuda terjatuh dari atas tongkat yang disatukan saat Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung, Bali, Sabtu (27/6/2026). Ribuan warga desa tersebut mengikuti tradisi yang digelar saat Hari Raya Kuningan sebagai tolak bala dan penghormatan untuk leluhur serta simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Seorang pemuda berdiri di atas tongkat yang disatukan saat Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung, Bali, Sabtu (27/6/2026). Ribuan warga desa tersebut mengikuti tradisi yang digelar saat Hari Raya Kuningan sebagai tolak bala dan penghormatan untuk leluhur serta simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Sejumlah pemuda menyatukan tongkat saat Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung, Bali, Sabtu (27/6/2026). Ribuan warga desa tersebut mengikuti tradisi yang digelar saat Hari Raya Kuningan sebagai tolak bala dan penghormatan untuk leluhur serta simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Wisatawan menyaksikan Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung, Bali, Sabtu (27/6/2026). Ribuan warga desa tersebut mengikuti tradisi yang digelar saat Hari Raya Kuningan sebagai tolak bala dan penghormatan untuk leluhur serta simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Pemuka agama Hindu memercikkan air suci kepada sejumlah pemuda saat Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Badung, Bali, Sabtu (27/6/2026). Ribuan warga desa tersebut mengikuti tradisi yang digelar saat Hari Raya Kuningan sebagai tolak bala dan penghormatan untuk leluhur serta simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































