Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah bawa efek berantai

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan implementasi program revitalisasi satuan pendidikan membawa efek berantai, mulai dari perbaikan kualitas pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi skala lokal.

"Revitalisasi merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, lingkungan pendidikan yang nyaman, dan secara fisik memberikan lingkungan agar anak-anak kita lebih bersemangat dalam belajar," kata Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, revitalisasi ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari usaha, bagian dari kebijakan yang keluarannya pada peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dampak program tersebut mulai dirasakan oleh SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelum direvitalisasi, bangunan sekolah yang telah berusia tua memiliki pencahayaan, sirkulasi udara, dan fasilitas pembelajaran yang terbatas sehingga belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan pembelajaran, namun sekarang suasana sekolah telah berubah.

Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah ciptakan ruang belajar yang layak

“Para siswa kini datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter para siswa," ujar Kepala SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur Bona Ventura.

Menurut Bona, revitalisasi satuan pendidikan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Masyarakat sekitar sekolah juga merasakan efek positif terhadap peningkatan ekonomi mereka.

“Bagi warga sekolah, revitalisasi ini tidak hanya berdiri tegak, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil,” katanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Pemerintah Kota Pontianak secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah.

Menurutnya, upaya tersebut diperkuat melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat yang telah menjangkau 15 satuan pendidikan pada 2025 dan berlanjut ke 12 satuan pendidikan pada 2026, sehingga total 27 sekolah memperoleh revitalisasi.

Ia menargetkan pada 2029 sebanyak 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri di Pontianak berada dalam kondisi baik dan representatif.

Baca juga: Mendikdasmen pastikan percepatan revitalisasi sekolah pada 2026

Edi menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan peningkatan mutu pendidikan, termasuk dalam penguatan fasilitas pembelajaran berbasis digital.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |