Jacksen Tiago tekankan penguatan mental pesepak bola putri MLSC

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jacksen Ferreira Tiago menekankan pentingnya penguatan mental bagi pesepak bola putri yang dibina melalui MLSC agar bisa berkembang menjadi atlet-atlet unggulan untuk masa depan tim nasional putri Indonesia.

"Kadang kita berpikir harus benahi taktikal, kita harus begini, begitu, tetapi kalau kesan saya dalam beberapa kali kunjungan ke berbagai tempat itu adalah penguatan aspek mental atau emosional," kata Jacksen Ferreira Tiago kepada awak media dalam ajang MLSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia menjelaskan talenta-talenta pesepak bola putri yang menonjol mulai bermunculan dari berbagai tim peserta MLSC All-Stars. Beberapa di antaranya menunjukkan kemampuan di atas rata-rata yang ke depan bisa menjadi andalan untuk tim nasional putri.

Jacksen menyebutkan sejumlah bakat yang menonjol seperti Ika Wonda, penyerang tim all-stars Solo, gelandang Sabrina Dwi Ristiyana dari tim Kudus, gelandang Rayna Picessa dari Tangerang, serta bek Hafizah Lubna dari tim Jakarta, dan beberapa pemain dari tim lainnya.

Tugas selanjutnya, kata dia, adalah meningkatkan kualitas para pelatih untuk bisa membantu para atlet muda kategori U12 agar bisa lebih berkembang.

Baca juga: Tekuk Surabaya 2-1, Kudus jamu Jakarta di final MLSC All-Stars 2026

"Kalau kita konsisten membina mereka, saya rasa akan menjadi kuncinya untuk membawa timnas kita ke panggung dunia," katanya.

Mantan pelatih Persipura Jayapura itu menjelaskan bahwa sejak bergabung dengan program MLSC dan melakukan kunjungan untuk memandu bakat pesepak bola putri di daerah-daerah, ia menyimpulkan bahwa aspek pembinaan terpenting adalah mental para talenta muda.

Menurutnya penguatan aspek mental sangat penting karena para talenta muda memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Di sisi lain, mereka adalah atlet putri yang secara emosional sangat menonjol dibandingkan dengan hal lainnya.

Para atlet, kata dia, sedang mencari sebuah figur yang tidak hanya menjadi panutan namun juga tempat mereka melupakan berbagai kondisi mereka. Figur seperti itu, kata dia, harus bisa diperankan oleh para pelatih dari tim-tim MLSC.

"Para pemain ini kadang mereka cuma membutuhkan kata-kata yang bisa membuat mereka merasa nyaman, tenang, dan sebagainya," katanya.

Jacksen menegaskan pembinaan fisik juga merupakan poin penting, namun untuk kelompok umur, pendekatan aspek mental menjadi aspek yang sangat penting.

Baca juga: Kudus bertekad menangkan final untuk pertahankan juara MLSC All-Stars

Baca juga: Jakarta atasi Yogyakarta 1-0 untuk melaju ke final MLSC All-Stars 2026

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |